TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29444-190111100208_Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (602kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29444-190111100208_Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29444-190111100208_Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (756kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29444-190111100208_Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (775kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29444-190111100208_Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29444-190111100208_Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (585kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29444-190111100208_References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (603kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29444-190111100208_Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (697kB)
Abstract
Kabupaten Bangkalan merupakan daerah yang mayoritas kawasannya berada di pesisir yang dapat di estimasikan sebagai kawasan yang potensial untuk dijadikan kawasan pariwisata karena menawarkan keindahan wilayah pesisirnya. Potensi tersebut bertolak belakang dengan pengelolaan pariwisata pesisir Kabupaten Bangkalan dimana pengelolaan pariwisata pesisir di Kabupaten Bangkalan belum maksimal dan belum efektif dilakukan sesuai dengan amanah Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2020 Tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Bangkalan yang menuntut Kabupaten Bangkalan untuk menggandeng stakeholder dalam pengembangan pariwisatanya. Berbeda dengan Kota Surabaya yang pariwisata pesisirnya lebih terkelola dengan baik lewat beberapa cara dan salah satunya adalah perjanjian sister city dalam pengembangan pariwisata wilayah pesisirnya.rn Jenis penelitian ini merupakan penelitian sosio legal, dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan perbandingan, dimana penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui potensi-potensi pariwisata apa saja yang dimiliki kawasan pesisir Kabupaten Bangkalan dan juga mengetahui sejauh mana konsep kerjasama sister city yang ditawarkan dapat mengembangkan wilayah pesisir Kabupaten Bangkalan. Penelitian ini menghasilkan pertama, potensi pariwisata yang dimiliki kawasan pesisir Kabupaten Bangkalan diperlukan adanya peraturan khusus untuk menjadi dasar pengembangan pariwisata wilayah pesisir secara terperinci. Kedua, urgensi sister city terhadap pengembangan pariwisata pesisir Kabupaten Bangkalan terjadi karena belum ditemukannya perjanjian apapun dengan daerah lain sehingga menjadi urgensi terhadap pengembangan pariwisata pesisir Kabupaten Bangkalan. Diperlukan perjanjian sister city antara Kabupaten Bangkalan dengan Surabaya yang terlebih dahulu menerapakan perjanjian sister city perihal pengembangan pariwisata pesisir agar Kabupaten Bangkalan memiliki pandangan terhadap pengembangan pariwisata peisisrnya lewat konsep perjanjian sister city.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM DAFA ARIQ NUR ZAIDAN |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Kabupaten Bangkalan, Pariwisata Pesisir, Pengembangan, Sister City |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 06:53 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:14 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/25366 |
