TRUNOJOYO-Tugas Akhir-19637-160111100078_Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (217kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-19637-160111100078_Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (783kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-19637-160111100078_Chapter_1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (473kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-19637-160111100078_Chapter_2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (460kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-19637-160111100078_Chapter_3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (488kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-19637-160111100078_Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (320kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-19637-160111100078_References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (430kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-19637-160111100078_Appandices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (318kB)
Abstract
ABSTRAK
Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016 Pasal 7 petambak mendapat
perlindungan berupa sarana dan prasana, jaminan usaha pergaraman, jaminan
keamanan dan keselamatan, Pasal 37 ayat 2 yang berwenang memberikan
rekomendasi impor garam adalah Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Sedangkan, pada Pasal 6 Peraturan Pemerintah Nomor 9 tahun 2018 volume dan
waktu pemasukannya setiap komoditas pergaraman yang memberikan rekomendasi
impor garam adalah Kementerian Perindustrian. Materi muatan yang terkadung
pada Peraturan Pemerintah Nomor 9 tahun 2018 bertolakbelakang sebagaimana
fungsi dari Peraturan Pemerintah tersebut diterbitkan yakni sebagai peraturan
pelaksana dari Undang-Undang. Rumusan masalah pada penelitian ini Pertama,
pengaturan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016 dalam menjamin perlindungan
hukum terhadap petambak garam. Kedua, apakah pembentukan Peraturan
Pemerintah Nomor 9 Tahun 2018 sesuai dengan Undang-Undang Pembentukan
Peraturan Perundang-Undangan
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Hukum
Normatif. Analisa bahan hukum Normatif dilakukan dengan pengkajian terhadap
bahan hukum tertulis yakni berdasarkan peraturan perundang-undangan (Statute
Approach) dan mempelajari mengenai pandangan dan doktrin-doktrin, merujuk
pada prinsip-prinsip hukum serta gagasan ide (Conseptual Approach).
Penegakan hukum terhadap petambak garam dan pengaturan tata kelola
garam nasional terdapat dua inti Pertama, berdasarkan Undang-Undang Nomor 7
Tahun 2016 menyediakan sarana dan prasarana dalam mengembangkan usaha,
mendapat jaminan perlindungan atas resiko bencana alam, perubahan iklim, serta
pencemaran, dan mendapat jamiman keamanan dan keselamatan, serta bantuan
hukum. Kedua, Pembetukan Peraturan Pemerintah tidak sesuai dengan UndangUndang
tentang
Pembentukan
Peraturan
Perundang-Undangan
serta
materi
muatan
Peratutan
Pemerintah
Nomor
9
Tahun
2018
menyimpang
dan
bahkan
bertentangan
dengan
Undang-Undang
Nomor
7 Tahun
2016.
Kata Kunci : Penegakan Hukum, Impor Garam, Materi Muatan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MAHFUT HANANI |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Law Enforcement, Salt Imports, cargo material. |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 05:46 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:14 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/25097 |
