TRUNOJOYO-KP-19636-170341100067-Laporan PKL_Ach Qusyairi_170341100067_2020.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara merupakan
salah satu tempat kegiatan pembesaran udang vanname Wilayah Jepara secara
geografis merupakan salah satu tempat yang strategis untuk kegiatan usaha
budidaya udang vaname, hal ini disebabkan wilayah Jepara tersedia Bandara
udara yaitu Bandara Dewadaru dan pelabuhan karimun jawa dan pelabuhan Jepara
yang digunakan untuk transportasi laut. Selain itu, BBPBAP Jepara memiliki
fasilitas yang dapat menunjang kegiatan pembesaran. Sehubungan dengan hal
tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan praktek kerja lapangan di
Provinsi Jawa Tengahini.
Udang Vanname (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu komoditi
perikanan yang dibudidayakan di Indonesia. Udang ini mulai masuk dan
dikenalkan di Indonesia pada tahun 2001 melalui SK Menteri Kelautan dan
Perikanan RI.No 41/2001 sebagai upaya untuk meningkatkan produksi udang
Indonesia menggantikan udang windu (Penaeus monodon) yang telah mengalami
penurunan kualitas (Pratama et.al 2017).
Udang vanname (Litopenaeus vannamei) merupakan komoditas
unggulan yang banyak diminati untuk dibudidayakan oleh dewasa ini. Udang
vanname merupakan udang asli dari pantai pasifik barat Amerika latin.
Manajemen kualitas air merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan oleh para
pembudidaya untuk meningkatkan produksi udang vanname. Cara yang ditempuh
dapat ditinjau dari faktor fisika, kimia dan biologi perairan, diantaranya meliputi
kegiatan monitoring, pengelolaan kualitas air dan perlakuan jika terjadi
penyimpangan nilai optimal parameter kualitas air ( Putra F. et.al2014).
Udang vanname (Litopenaeus vannamei) merupakan jenis udang yang
banyak dibudiyakan di Indonesia karena udang ini memiliki banyak keunggulan.
Meskipun udang vanname banyak memiliki keunggulan tetapi apabila kualitas
airnya tidak sesuai dengan standar budidaya maka akan menyebabkan kematian
pada udang sehingga para budidaya akan mengalami kerugian yang sangat besar.
Pengelolaan kualitas airmerupakan suatu cara yang digunakan untuk menjaga kualitas air sesuai standar baku mutu. Adapun parameter kualitas air yang menjadi
indicator dan objek praktek kerja lapang adalah DO, suhu, salinitas, dan ph (Faiz
et.al 2013).
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Ach Qusyairi |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | KUALITAS AIR;UDANG VANNAMEI |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 05:45 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:14 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/25096 |
