TRUNOJOYO-KP-19635-170341100072-ISNAINI FITRIAWATI_170341100072_ILMU KELAUTAN_LAPORAN PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
Abstract
Indonesia dengan julukan negara archipelago termasuk negara dengan kepulauan terbesar didunia yang memiliki 17.504 pulau besar maupun kecil. Potensi ekonomi pada sektor pariwisata Indonesia memiliki estimasi pendapatan sekitar US$54.3 miliar per tahunnya (Lasabuda 2013). Pulau-pulau di Indonesia memiliki daya Tarik tersendiri dengan ciri khas pulau itu sendiri, salah satunya yaitu Pulau Weh. Pulau Weh dikenal karena kota Sabang terletak di Provinsi Aceh, merupakan pulau paling ujung di Barat Indonesia. Pulau ini salah satu destinasi wisata bahari di Indonesia yang terletak di 05°50’ - 05°54’ LU dan 95°14’ - 95°17’ BT dengan luas sebesar 153 km² dengan keanekaraman hayati yang sangat beragam (Ashura et al. 2016).
Menurut Deo (2007), kondisi suatu perairan yaitu suatu hal yang sangat penting untuk suatu pemanfaatan ruang. Menurut Catherinna et al (2015) untuk bisa mengetahui kadalaman suatu laut dan morfologinya maka membutuhkan suatu informasi atau harus mengetahui kedalaman laut (batimetri) di perairan Selat Sunda sehingga harus dilakukan sebuah survei yaitu survei batimetri. Survei batimetri menggambarkan dasar dari perairan, yang berawal dari pengukuran, pengolahan sampai visusalisasi.
Menurut Arief (2012), Pemetaan merupakan gambaran dari suatu wilayah baik kondisi maupun potensinya dengan bantuan beberapa metode tertentu sehingga output datanya berupa softcopy maupun hardcopy (peta) yang berbentuk raster maupun verktor. Peta batimetri merupakan peta yang umumnya dipakai agar kedalaman perairan diketahui dan topografi dasar laut, dengan peta tersebut kita dapat membentuk suatu kontur ataupun bentuk 3 dimensi dari dasar laut tersebut.
Oleh karena itu, pembuatan peta batimetri dapat dijadikan salah satu informasi mengenai kedalaman atau bentuk topografi dasar laut. Adanya peta batimetri yang dijadikan salah satu informasi penulis, pengunjung serta masyarakat disekitar Pulau Weh dapat mengetahui lokasi atau daerah yang bisa dijadikan kegiatan wisata dangkal seperti berenang, snorkeling, mancing ataupun wisata bawah laut seperti menyelam di dasar laut (Ashura et al. 2016).
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ISNAINI FITRIAWATI |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | PEMETAAN BATIMETRI;PERAIRAN PULAU |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 05:45 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:14 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/25094 |
