TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38723-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (183kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38723-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38723-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (218kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38723-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (210kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38723-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (232kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38723-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (197kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38723-Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (290kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38723-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (151kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38723-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (160kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38723-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (205kB)
Abstract
Carok merupakan peristiwa konflik fisik. Sebuah ritual dalam membela harga diri yang diinjak-injak oleh orang lain. Harga diri bagi masyarakat Madura sangat identik dengan harta, tahta, warisan tanah (tana sangkol, madura) dan wanita. Alasan tersebut yang membuat orang Madura, rela kehilangan nyawa atau masuk penjara akibat carok. Penelitian ini mengungkap secara mendalam pengalaman subjektif para pelaku carok di Madura. Mengungkap motif-motif dan dampak sosial carok. Terdapat makna dan esensi tersendiri bagi pelaku carok. Sehingga tidak salah apabila yang menganggap carok sebagai bagian dari salah satu budaya atau tradisi masyarakat Madura. Untuk mengungkap secara mendalam pengalaman pelaku carok, peneliti memilih pendekatan fenomenologi Alfred Schutz dalam penelitian ini. Terdapat beberapa Metode untuk mengungkap dan memahami pengalaman pelaku carok. Antara lain, aspek in order to motive, dan because of motive akan diketahui beberapa motif pelaku carok. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara informan secara mendalam dan berulang-ulang hingga tercapai kecukupan data. Informan dipilih secara purposive. Berdasarkan hasil penelitian, Carok di Madura merupakan tradisi yang diwariskan turun-temurun. Istilah carok sendiri baru lahir sekitar abad ke-17. Saat tokoh Madura, Sakera melawan antek-antek Belanda. Berdasar penuturan informan, carok sebagai bentuk penyelesaian masalah. Dua motif utama yang tidak bisa ditawar, yakni masalah istri dan sengketa tanah. Carok juga dianggap sebagai tindakan yang dapat meningkatkan status dan menghormati harga diri, dampak sosial yang ditimbulkan sangat kompleks. Sehingga menjadi sebuah tradisi dan budaya bagi Masyarakat Madura. Selaras dengan teori because of motive dalam fenomenologi, yang menjelaskan bahwa tindakan seseorang dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial dan budaya yang melatarbelakanginya.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM NIA RISKI WULANDARI |
| Department | Sosiologi |
| Uncontrolled Keywords | Carok, Fenomenologi, Harga Diri |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Sosiologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 05:36 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:14 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/25054 |
