TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38678-Chapter1.pdf
Download (154kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38678-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (234kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38678-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (203kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38678-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (385kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38678-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (142kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38678-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (932kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38678-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (159kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38678-Abstract.pdf
Download (140kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38678-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (796kB)
Abstract
Penyakit moler pada tanaman bawang merah yang disebabkan oleh jamur patogen tular tanah Fusarium oxysporum, merupakan masalah utama yang sulit dikendalikan. Genus cendawan Trichoderma spp. dikenal luas sebagai agens pengendali hayati yang efektif karena kemampuannya dalam mikoparasitisme, antibiosis, dan kompetisi ruang/nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis Trichoderma spp. yang terdapat pada tanah di bawah pupuk kandang sapi, menguji potensi antagonisnya terhadap Fusarium oxysporum secara in vitro, dan menentukan media perbanyakan massalnya yang paling efisien. Metode yang digunakan meliputi eksplorasi Trichoderma dari tanah di bawah pupuk kandang sapi menggunakan Metode Perangkap nasi (Baiting Method), identifikasi makroskopis dan mikroskopis, dan uji antagonis terhadap Fusarium oxysporum menggunakan Metode Dual Culture. Uji efektivitas media perbanyakan dilakukan dengan enam perlakuan (media tunggal dan kombinasi dari jagung, beras, dan dedak) yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial. Parameter yang diamati meliputi daya hambat antagonis, luas pertumbuhan koloni, viabilitas spora, dan kerapatan konidia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua isolat Trichoderma yang berhasil diisolasi meliputi Isolat 1 teridentifikasi sebagai Trichoderma inhamatum dan Isolat 2 sebagai Trichoderma koningi. Kedua isolat ini menunjukkan potensi yang kuat sebagai agens pengendali hayati Fusarium oxysporum, dengan daya hambat maksimum mencapai 80% (Isolat 1) dan 76% (Isolat 2). Selanjutnya, dalam uji efektivitas media, untuk Trichoderma isolat 1 media yang mengandung jagung merupakan perlakuan terbaik (P0) menghasilkan kerapatan konidia 8,75 x 109 konidia/mL dan viabilitas tertinggi pada P3 (85,25 %). Sedangkan untuk Trichoderma isolat 2, media dedak (P2) secara konsisten memberikan hasil tertinggi untuk luas koloni, viabilitas spora (98,42%), dan kerapatan konidia (7,5 x 10⁹ konidia/mL).
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SEPTIA NASIHOTUN |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | Trichoderma spp;Fusarium oxysporum;Bawang Merah;Tanah di Bawah Pupuk Kandang Sapi;Pengendali Hayati;Media Perbanyakan Trichoderma. |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 04:51 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:13 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/24870 |
