MANAJEMEN AGRIBISNIS KOPERASI PETERNAKAN SAPI PERAH SETIA KAWAN NONGKOJAJAR PASURUAN

Nadhiatur Rokhmah; Alvia Trisdiana Sudarsono; Febriyanti Amirotu (2020) MANAJEMEN AGRIBISNIS KOPERASI PETERNAKAN SAPI PERAH SETIA KAWAN NONGKOJAJAR PASURUAN. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-19538-170321100073-PKL_Febriyanti Amirotul Nabila_170321100073_2020.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-19538-170321100073-PKL_Febriyanti Amirotul Nabila_170321100073_2020.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Peternakan sebagai salah satu subsektor dari sektor pertanian merupakan bidang usaha yang sangat penting dalam penyediaan protein hewani dan berperan dalam pembangunan sumberdaya manusia (SDM). Dalam rangka mencapai tujuan pembangunan peternakan yaitu untuk memenuhi kebutuhan gizi, harus diarahkan pada pengembangan peternakan yang lebih maju melalui pendekatan kawasan, penggunaan teknologi tepat guna, efisiensi, produktivitas dan berkelanjutan (Arjakusuma, dkk, 2013). Salah satu usaha peternakan yang memiliki potensi untuk dibudidayakan oleh peternak yaitu sapi perah. Peternakan sapi perah merupakan usaha budidaya ternak sapi perah dengan tujuan utama menghasilkan susu (Isnia, dkk, 2017). Air susu sebagai sumber gizi berupa protein hewani yang memiliki manfaat sangat besar bagi manusia. Susu segar adalah susu hasil pemerahan dari ternak sapi perah yang kandungan alaminya tidak ditambah maupun dikurangi dan diperoleh dengan cara pemerahan yang bersih dan benar (Standar Nasional Indonesia, 2011). Susu yang masih di dalam kelenjar susu dapat dikatakan steril, namun setelah keluar dari ambing dapat terjadi kontaminasi yang berasal dari berbagai sumber yaitu dari ambing sapi, tubuh sapi, debu di udara, peralatan yang kotor dan manusia yang melakukan pemerahan. Produk susu di Indonesia merupakan struktur pasar monopsoni dimana 90% pangsa pasar dikuasai oleh industri pengolahan susu (IPS). Ketergantungan peternak terhadap IPS dalam memasarkan susu, mengakibatkan peternak berada pada posisi tawar (bargaining position) yang rendah. Salah satu simpul tata niaga produk susu adalah kelembagaan koperasi yang memiliki peran strategis dalam menopang perkembangan industri susu di Indonesia (Sutikno dan Abdul, 2016). Peran koperasi sebagai kelembagaan peternak sapi perah sangat besar dalam menyangga kebutuhan peternak sapi perah di kawasan sapi perah nasional. Koperasi bukan lembaga yang hanya berorientasi pada keuntungan, namun juga mementingkan kesejahteraan anggota. Strategi yang dapat dilakukan untuk pengembangan sapi perah antara lain dilakukan dengan meningkatkan populasi, pemberdayaan kredit usaha, optimalisasi lahan, penerapan teknologi, kemitraan usaha dan memperbaiki manajemen budidaya. Manajemen koperasi sangat menentukan efektivitas mekanisme perkembangan industri susu nasional. Desa Nongkojajar, Kecamatan Tutur, Pasuruan merupakan salah satu desa sentra sapi perah di Kabupaten Pasuruan. Pada desa tersebut terdapat salah satu koperasi peternakan sapi perah yakni KPSP Setia Kawan Nongkojajar. Koperasi tersebut memiliki laktasi beragam yang diperoleh berasal dari sapi perah milik peternak. Selama laktasi, sapi perah membutuhkan maanjemen serta pemeliharaan secara intensif dengan memperhatikan aspek kesehatan, pakan dan kebersihan sapi perah harus selalu dijaga dengan baik untuk mendapatkan produksi susu yang optimal dan berkualitas.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
Nadhiatur Rokhmah; Alvia Trisdiana Sudarsono; Febriyanti Amirotu
Department Agribisnis
Uncontrolled Keywords MANAJEMEN AGRIBISNIS;KOPERASI;PETERNAKAN;SAPI PERAH
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agribisnis
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 17 Oct 2026 04:27
Last Modified 24 Oct 2026 17:13
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/24779

Actions (login required)

View Item
View Item