TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22921-Abstrak.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (56kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22921-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (344kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22921-Chapter 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (42kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22921-Chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (161kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22921-Chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (86kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22921-Chapter 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (241kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22921-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (33kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22921-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (114kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22921-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (790kB)
Abstract
Gandum pada mulanya tidak termasuk makanan yang dikonsumsi sebagai makanan pokok bagi masyarakat Indonesia. Tetapi, makanan olahan gandum semakin hari semakin tinggi tingkat konsumsinya. Penggunaan biji millet jenis foxtail dapat diterapkan sebagai bahan dasar pembuatan tepung alternatif dan non gluten. penelitian oleh Thathola (2011), membuat produk biskuit menggunakan bahan dasar tepung foxtail millet dan tepung terigu halus menunjukkan hasil indeks glikemik rendah, bergizi tinggi dan sifat sensorik yang dapat diterima. Selain itu, hasil penelitian Anju dan Sarita (2010), juga menunjukkan bahwa biskuit tepung terigu halus yang diganti dengan 45% tepung foxtail millet menyebabkan penurunan indeks glikemik yang signifikan bila dibandingkan dengan olahan biskuit yang terbuat dari 100% tepung terigu. Produk biskuit mempunyai syarat mutu dan telah ditetapkap didalam Standar Nasional Indonesia. Sehingga, mutu dari bahan yang digunakan atau perlakuan selama proses penyimpanan diperlukan menjaga kualitas produk pangan. Perlakuan yang akan diberikan yaitu mengemas biskuit millet dengan plastik polipropilena (PP) dan aluminium foil (AL7). Tujuan penelitian ini yaitu Mengetahui pengaruh jenis kemasan tersebut terhadap produk biskuit millet selama penyimpanan. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 2 faktor yaitu jenis kemasan (PP vakum dan non-vakum, Aluminium foil 60 dan 80 micron) dan lama penyimpanan (hari ke-0, 7, 14, 21, 28 dan 35). Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh jenis kemasan plastik PP non vakum memiliki kandungan kadar air biskuit terendah sebesar 6,133% dan pada tesktur kekerasan maupun kerapuhan memiliki angka yang lebih rendah dibandingkan lainnya yang menandakan biskuit lebih renyah. Warna yang dihasilkan biskuit pada semua perlakuan cenderung meningkat baik dari nilai L, *a dan *b. Tingkat kesukaan panelis pada parameter penelitian biskuit millet dengan perlakuan yang berbeda adalah sama.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MOHAMMAD ADIYAFI SYAROF |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | Biskuit millet;foxtail millet;jewawut;kemasan aluminium foil;kemasan PP |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 11:49 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:45 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/2471 |
