TRUNOJOYO-Tugas Akhir-19521-160331100058_ABSTRACT.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (173kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-19521-160331100058_COVER.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-19521-160331100058_CHAPTER 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (178kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-19521-160331100058_CHAPTER 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (532kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-19521-160331100058_CHAPTER 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (490kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-19521-160331100058_CHAPTER 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (726kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-19521-160331100058_CONCLUSION.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (168kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-19521-160331100058_REFERENCES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (177kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-19521-160331100058_APPENDICES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Kualitas merupakan hal yang sangat penting yang perlu dijaga dan
diperhatikan oleh sebuah perusahaan pangan untuk menjamin mutu dari produk
tersebut. Penelitian ini dilakukan di UMKM Ulfa Mulia yang bertujuan untuk
mengetahui penyebab terjadinya rengginang cacat serta mengurangi jumlah
cacat yang terjadi. Metode yang digunakan yaitu metode six sigma menggunakan
konsep Define, Measure, Analyze, Improve, Control (DMAIC). Dari hasil survei
dan wawancara terdapat tiga jenis rengginang cacat yang dihasilkan yaitu
rengginang retak, rengginang tidak sesuai pola, dan rengginang hancur. Cacat
tertinggi terjadi pada jenis cacat rengginang retak sebanyak 1.745 biji.
Berdasarkan peta kendali P-chart diketahui bahwa garis p masih berada dalam
batas kendali. Perhitungan rata-rata nilai DPMO pada bulan Desember sebesar
21.258,26 yang artinya setiap proses produksi kemungkinan kerusakan sebesar
21.258,26 biji dalam satu juta unit produksi. Sedangkan pada bulan Januari
sebesar 22.844,59 yang artinya tingkat kerusakan tiap satu juta unit produksi
sebesar 22.844,59 biji. Nilai sigma pada bulan Desember sebesar 3,53% dan
3,50% pada bulan Januari. Hal ini berarti bahwa setiap kali produksi tingkat
kecacatan produk tidak akan melebihi nilai sigma tersbut. Nilai final yield rata-
rata sebesar 97% yang artinya kemampuan prosesnya dapat dikatakan baik. Nilai
kapabilitas proses menunjukkan lebih dari 1% yang artinya kinerja suatu proses
produksi memiliki kemampuan yang baik. Selanjutnya dilakukan analisis faktor-
faktor yang menyebabkan cacat menggunakan diagram sebab akibat (diagram
fishbone) dan dilanjutkan dengan tahap perbaikan menggunakan metode Failure
Mode Effect Analyze (FMEA) dengan menentukan nilai RPN tertinggi yang
terdapat pada human error dengan score 150. Dengan demikian penyebab
kegagalan tersebut yang akan menjadi prioritas utama untuk diperbaiki terlebih
dahulu.
Kata Kunci: DMAIC, Pengendalian Kualitas, Rengginang, Six Sigma
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ANA SULASMIATI |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | DMAIC;Pengendalian Kualitas;Rengginang;Six Sigma |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 04:10 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:13 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/24705 |
