TRUNOJOYO-KP-19500-170321100016-PKL_Febriani Dwi S_170321100016_2020.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Sapi potong merupakan salah satu ternak ruminansia yang mempunyai kontribusi terbesar sebagai penghasil daging, serta untuk pemenuhan kebutuhan pangan khususnya protein hewani. Berdasarkan Rencana Strategis Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Tahun 2010-2014 (Ditjen PKH 2011), daging sapi merupakan 1 dari 5 komoditas bahan pangan yang ditetapkan dalam RPJMN 2010-2014 sebagai komoditas strategis.
Budidaya sapi potong dengan tujuan untuk menghasilkan daging dan berorientasi pasar masih rendah. Kedua, pada sentra produksi sapi di kawasan timur Indonesia dengan porsi 16% dari populasi nasional, serta memiliki padang penggembalaan yang luas, pada musim kemarau panjang sapi menjadi kurus, tingkat mortalitas tinggi, dan angka kelahiran rendah. Kendala lainnya adalah berkurangnya area penggembalaan, kualitas sumber daya rendah, akses ke lembaga permodalan sulit, dan penggunaan teknologi rendah
Konsumsi daging sapi Indonesia mengalami peningkatan, namun peningkatan tersebut belum diimbangi dengan penambahan produksi daging sapi yang mencukupi. Laju peningkatan pupulasi sapi potong relatif lamban, sebesar 4,23% pada tahun 2007. Kondisi tersebut menyebabkan pemasukan sapi potong terhadap produksi daging nasional rendah, sehingga terjadi perbedaan yang makin besar antara permintaan dan penawaran.
Kendala dalam meningkatkan populasi dan produktivitas sapi lokal yaitu sarana dan prasarana, keterbatasan modal, keterampilan peternak dan populasi genetik. Pemeliharaan sapi potong lokal diperlukan manajemen pemeliharaan yang baik, meliputi: perkandangan, pemberian pakan dan kesehatan yang baik. Upaya pengembangan populasi sapi untuk memenuhi konsumsi daging sapi dapat dilaksanakan dengan cara melakukan berbagai penelitian yang berhubungan dengan kemajuan dibidang sapi potong serta manajemen pemeliharaan yang baik.
Menurut data BPS Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat pada tahun 2018 di Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Bandung Barat konsumsi daging sapi menempati posisi ketujuh yaitu sebesar 3.916.285 (Kg). Kecamatan Lembang merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Bandung Barat yang mensuplai daging terbanyak dibandingkan dengan kecamatan lain. Menurut hasil dari data permintaan daging sapi pada RPH perharinya yaitu sekitar 5-7 ekor sapi yang dikirim ke pasar besar Bandung Barat. Lembang merupakan satu-satunya RPH di Kabupaten Bandung Barat. Dengan begitu pemotongan sapi akan semakin meningkat juga. Sarana utama yang perlu dipersiapkan dalam penyediaan daging yang berkualitas adalah Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Rumah Pemotongan Hewan merupakan suatu bangunan atau kompleks bangunan dengan disain tertentu yang digunakan sebagai tempat memotong hewan selain unggas bagi konsumsi masyarakat luas.
Keberadaan Rumah Pemotongan Hewan sangat diperlukan, agar dalam pelaksanaan pemotongan hewan dapat terjaga dan terkendali dengan baik. Berdasarkan hal tersebut maka pemerintah membangun Rumah Pemotongan Hewan di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Rumah Pemotongan Hewan secara resmi di bawah pengawasan Departemen Pertanian, pada dasarnya mempunyai persyaratan, sesuai dengan surat keputusan Menteri Pertanian No.13/Permentan/ OT.140/1/2010, tentang syarat-syarat pemotongan hewan. Pasal 2 dari SK Mentan tersebut menyatakan bahwa Rumah Pemotongan Hewan merupakan unit/ sarana pelayanan masyarakat dalam penyediaan daging sehat. Lebih lanjut pada bab II dari SK Mentan tersebut mengungkapkan mengenai syarat-syarat Rumah Potong Hewan yang dijelaskan lebih rinci pada pasal 3 ayat (a) menyatakan bahwa Rumah Potong Hewan berlokasi di daerah yang tidak menimbulkan gangguan atau pencemaran lingkungan misalnya di bagain pinggir kota yang tidak padat penduduknya
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM May Anggi Anesti; Febriani Dwi S; Yuniarti Maulidiah; Ivan Bahti |
| Department | Agribisnis |
| Uncontrolled Keywords | MANAJEMEN RPH-KPSBU |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agribisnis |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 03:47 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:13 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/24625 |
