TRUNOJOYO-KP-19498-170321100049-PKL_MIFTAKUL JANNAH_170321100049_2020.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Teh telah menjadi minuman yang popular di dunia setelah air mineral (Monirul dan Han, 2012). Pasar teh dalam negeri menyerap 40% produksi teh nasional dan 60% diekspor ke Negara lain yang menunjukkan bahwa orientasi perusahaan teh di Indonesia berfokus pada kegiatan ekspornya. Teh yang paling banyak diproduksi yaitu teh hitam sebanyak 78%, teh hijau 20% dan sisanya yaitu teh oolong dan teh putih (Rohdiana, 2015). Teh hitam memiliki khasiat untuk relaksasi sedangkan teh hijau memiliki khasiat untuk kesehatan tubuh manusia (Ditjen, 2015). ` Indonesia banyak memproduksi teh hitam dan teh hijau. Perbedaan teh hitam dan teh hijau terdapat pada proses pengolahannya. Pada jenis teh hitam diproses dengan oksidasi enzimatis sedangkan pada jenis teh hijau tidak melewati proses oksidasi enzimatis. Konsumen di Indonesia mayoritas lebih menyukai teh yang memiliki partikel lebih kecil (Broken Tea) dan teh yang cepat seduh (Quick Brewing). Pada awalnya jenis teh hitam diproduksi dengan sistem Orthodox murni namun sejak berkembangnya teknologi berkembang menggunakan sistem Orthodox Rotorvane. Alat Orthodox tersebut yang menghancurkan teh menjadi partikel yang lebih kecil lagi dan lebih banyak. Meminum teh termasuk trend minuman kesehatan dan lifestyle. Semakin banyaknya publikasi yang menyatakan bahwa teh mampu mengakreditasi kesehatan membuat popularitas teh semakin dikenal (Rohdiana, 2015). Klaim kesehatan menjadi salah satu trend pengembangan minum teh karena tehdapat mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker (Khan dan Mukhtar, 2013). Sejak abad 18, komoditas teh telah berkembang di Indonesia dan menjadi sumber devisa negara. Ekspor teh olahan tahun 2008 mencapai US $ 162,8juta, tahun 2009 mencapai US $ 174,4 juta dan tahun 2010 mencapai US $ 184,9 juta artinya tingkat ekspor meningkat 6% dari tahun 2009. Indonesia telah mengekspor teh sebanyak 70%. Hal tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara eksportir tertinggi keenam di dunia. Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat dan Negara Eropa merupakan beberapa negara tujuan ekspor teh Indonesia (Balittri.litbang.pertanian.go.id). PT. Perkebunan Tambi merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi teh hitam dan teh hijau yang berkualitas. Teknologi yang digunakan untuk proses produksi merupakan teknologi terbarukan sehingga mutu teh yang dihasilkan berkualitas. Penjaminan mutu pada produk mempengaruhi penentuan pasar dan daya saing dengan perusahaan lainnya. Keadaan tersebut mendorong penulis untuk mengetahui aspek manajemen pasca panen, manajemen bahan baku, manajemen produksi dan manajemen sumber daya manusia,
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Elya Chandra Dyah Prihartini; Miftakul Jannah; Siti Nurjannah; R |
| Department | Agribisnis |
| Uncontrolled Keywords | MANAJEMEN AGRIBISNIS;TEH HITAM |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agribisnis |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 03:46 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:13 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/24620 |
