TRUNOJOYO-KP-19492-170321100048-PKL_ERVIN ERDYANA_170321100048_2020.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (622kB)
Abstract
Perkembangan teknologi di bidang pertanian dewasa ini semakin hari
semakin pesat. Salah satunya dari perkembangan teknologi tersebut adalah
budidaya secara hidroponik. Hidroponik merupakan cara budidaya tanaman
tanpa menggunakan tanah tetapi menggunakan media inert seperti pasir, peat,
atau sawdust dengan memberikan larutan hara yang mengandung semua unsur
esensial yang dibutuhkan oleh tanaman (Susila, 2013).
Teknologi budidaya hidroponik secara umum merupakan sistem budidaya
pertanian tanpa menggunakan tanah tetapi menggunakan air yang berisi larutan
nutrien atau yang dikenal dengan hidroponik system NFT (Nutrien Filem
Technique). Perkembangan teknologi ini berkembang dan meluas ke
penggunaan media lain, seperti kerikil, aneka bebatuan, sabut kelapa, jerami,
arang sekam, dan serbuk gergaji sebagai media untuk mendukung akar seperti
halnya fungsi tanah atau yang dikenal dengan hidroponik sistem subtrat.
Selain media tanam, formulasi hara merupakan hal yang sangat penting
dalam budidaya secara hidroponik. Menurut Haryanto et al., (2002) larutan yang
diberikan untuk tanaman hidroponik harus mengandung unsur hara makro dan
mikro yang diberikan secara teratur serta efisien. Terdapat beberapa kelebihan
teknologi budidaya hidroponik dibandingkan sistem budidaya konvensional
(menggunakan media tanah), antara lain hama dan penyakit lebih sedikit,
penggunaan pupuk dan air lebih efesien, lingkungan kerja yang lebih bersih serta
produk yang dihasilkan umumnya berkualitas lebih baik sehingga harga jualnya
lebih tinggi (Hartus, 2003). Selain kelebihan tersebut, hidroponik memungkinkan
untuk dilakukan oleh petani di lahan yang sempit atau daerah-daerah yang
kurang subur di Indonesia, sehingga ketergantungan pada tanah subur dapat
dikurangi.
Griya Hidroponik Jogjakarta merupakan salah satu komunitas atau
perkumpulan praktisi hidroponik yang berlokasi di Kabupaten Sleman,
Yogyakarta. Komunitas ini berusaha memasyarakatkan sistem pertanian
hidroponik dengan cara melakukan pelatihan dan juga pameran. Banyaknya masyarakat yang memiliki hobi bercocok tanam tetapi terkendala pengetahuan,
biaya, dan lahan menjadi alasan Griya Hidroponik Jogjakarta ini didirikan. Griya
Hidroponik Jogjakarta merupakan solusi bagi masyarakat yang menyukai
sayuran dan makanan sehat. Komunitas ini menyediakan berbagai macam
desain untuk hidroponik rumahan dengan mengutamakan unsur sehat, bersih
dan praktis. Harapan utama dari adanya praktik kerja lapang ini di samping
meningkatkan keahlian mahasiswa sesuai dengan tuntutan kebutuhan dunia
kerja, juga dapat membuat mahasiswa memiliki etos kerja, meliputi kemampuan
kerja, motivasi kerja, inisiatif kerja, kreativitas, hasil pekerjaan yang berkualitas,
dan disiplin waktu dalam kerja.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ERVIN ERDYANA; DINDA KIRANA; FINA ALYSIA FIRNANDA; SARAH SAFIRA |
| Department | Agribisnis |
| Uncontrolled Keywords | MANAJEMEN AGRIBISNIS;HIDROPONIK |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agribisnis |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 03:43 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:13 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/24606 |
