TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11139-100521100079_abstract_TOC.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (307kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11139-100521100079_covert.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (161kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11139-100521100079_chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (192kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11139-100521100079_chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (335kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11139-100521100079_chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (314kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11139-100521100079_chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (400kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11139-100521100079_chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11139-100521100079_conclution.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (267kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11139-100521100079_references.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (307kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11139-100521100079_Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Tradisi nyalase dilakukan dengan mengunjungi makam orang yang telah meninggal, khususnya tradisi ini ditujukan pada buju’ atau sesepuh desa yang sudah meninggal, dikenal karena kebaikannya, keramatnya dan jasa-jasanya kepada masyarakat di sebuah daerah, misalnya untuk mendoakan orang yang sudah meninggal. Tradisi ini dilakukan di Kecamatan Kokop, setiap desa di kecamatan tersebut memiliki buju (punden). Masing-masing mempunyai cerita masing-masing, dan mengenali buju’ tersebut sebagi bagian dari kehidupan sosial serta keagamaan mereka. Oleh karena itu penelitian ini hendak mengungkapkan makna tradisi nyalase bagi masyarakat kokop.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus (case study). Metode pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling untuk memilih subjek sebagai sampel. Data dikumpukan menjadi sumber data primer berupa sumber asli dari wawancara dan sumber data sekunder berupa sumber tidak langsung seperti bukti-bukti, arsip, catatan historis dan perantara pihak lain selain daro buku-buku dan internet. Penelitan dilakukan secara pastisipatif, wawancara lansung dan dokumentasi.
Sementara landasan teori yang digunakan adalah teori intraksionisme simbolik. Menjelaskan pertukaran informasi yang tidak hanya secara lisan dan tulisan tetapi juga bahasa tubuh dan isyarat serta pertukaran makna antara pribadi dengan sistem simbol sehingga terjadi interaksi simbolik. Manusia saling menerjemahkan dan mendefinisikan tindakannya. Melalui interpretasi makna terhadap simbol-simbol didapatkan sebuah objek-objek yang saling berkaitan.
Keberadaan buju’ juga bagian dari tradisi keagamaan masyarakat NU. Lalu bagaimana makna tradisi nyalase bagi masyarakat kecamatan Kokop?. Hasil dari kajian menunjukkan bahwa tradisi ini berlangsung harmonis dan menjadi tradisi keagamaan yang dipercayai oleh masyarakat tersebut sebagai bagian dari pelaksanaan nilai-nilai keagamaan. NU mempercayai ziarah kubur itu baik dilakukan dan dianjurkan oleh agama, maka tradisi nyalase adalah kostum dalam menerapakan ajaran Islam tesebut.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM HOLWANI |
| Department | Sosiologi |
| Uncontrolled Keywords | Nahdhatul Ulama,Buju’, Nyalase, Tradisi, intraksionisme simbolik |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Sosiologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 03:36 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:13 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/24571 |
