TRUNOJOYO-Tugas Akhir-19447-15.01.111.00016_Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (806kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-19447-15.01.111.00016_Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (913kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-19447-15.01.111.00016_Chapter_1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (752kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-19447-15.01.111.00016_Chapter_2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (788kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-19447-15.01.111.00016_Chapter_3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (788kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-19447-15.01.111.00016_Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (788kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-19447-15.01.111.00016_References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (788kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-19447-15.01.111.00016_Appandices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (788kB)
Abstract
ABSTRAK
Lembaga Pemasyarakatan merupakan tempat pembinaan narapidana setelah mendapatkan vonis hukuman dari pengadilan. Sistem pembinaan narapidana di Lapas dilaksanakan berdasarkan asas pengayoman, persamaan perlakuan dan pelayanan, pendidikan, pembimbingan, penghormatan harkat dan martabat manusia, kehilangan kenerdekaan merupakan satu-satunya penderitaan, dan terjaminnya hak untuk tetap berhubungan dengan keluarga dan orang-orang tertentu. Namun praktik pembinaan di Lapas masih belum memberikian jaminan asas persamaan perlakukan dan pelayanan kepada semua narapidana karena masih jauh dari rasa keadilan. Fenomena sel mewah di Lapas hanya dapat dinikmati oleh orang-orang kaya atau mantan pejabat saja. Sistem pembinaan pemasyarakatan terkait dengan pelaksanaan asas persamaan perlakuan dan pelayanan, tentunya tercederai dengan adanya sel mewah. Penerapan prinsip persamaan dalam pelaksanaan sanksi pidana penjara oleh aparat penegak hukum merupakan kewenangan aparat Lapas.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah: Apakah keberadaan sel mewah di dalam Lembaga Pemasyarakatan bertentangan dengan asas persamaan kedudukan di depan hukum? Jenis penelitian ini adalah theoretical research. Metode pendekatan penelitian ini adalah theoretical research. Teknik pengumpulan bahan hukum dilakukan dengan cara mengadakan pengkajian terhadap beberapa sumber peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pokok masalah yang menjadi fokus kajian. Bahan hukum dalam penelitian ini terdiri dari bahan hukum primer dan sekunder. Metode analisis bahan hukum adalah metode analisis preskriptif.
Keberadaan sel mewah di dalam Lembaga Pemasyarakatan bertentangan dengan asas persamaan di depan hukum. Hal ini dapat dikaji dari perspektif teori keadilan yang menyatakan bahwa keadilan adalah keseteraan (justice as fairness), yang berarti bahwa tidak ada seorang pun yang diperbolehkan untuk mendoninasi pilihan atau memanfaatkan kesempatan yang tidak adil seperti kelebihan dari anugerah alamiah atau posisi sosilanya, karena prinsip keadilan adalah pilihan yang setara. Posisi ketidaksetaraan bagi narapindana di dalam menjalani sanksi pidana penjara adalah adanya ketimpangan dalam memperoleh keadilan atau bahkan dapat dikatakan merupakan ketidakadilan, itu disebabkan adanya diskriminasi akses pelayanan terhadap para narapindana yang menjadi binaan Lapas. Di satu sisi, ada narapidana (terutama dari kalangan orang kaya dan mantan pejabat) yang diperbolehkan menempati sel tahanan mewah serta bisa keluar masuk Lapas, dan di sisi lain ada narapidana (terutama kalangan miskin) yang menempati sel tahanan biasa sebagaimana ketentuan pemerintah atau undang-undang dengan pengawasan dan penjagaan yang ketat. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa asas persamaan kedudukan di depan hukum yang menjadi hak semua narapidana belum ditegakkan sesuai ketentuan perundang-undangan. Keadilan dan persamaan kedudukan di depan hukum yang semestinya menjadi hak semua narapidana selama menjadi tahanan di Lapas, ternyata hanya dapat dinikmati oleh beberapa narapidana saja, terutama narapidana kaya atau mantan pejabat.
Kata kunci: sel mewah, LP, asas persamaan kedudukan di depan hukum
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ALMAKKI |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | luxury holding cell, Prison Institution, equality before the law principle |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 02:59 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:13 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/24431 |
