TRUNOJOYO-KP-19432-170321100007-PKL_ZULFA NUR ISA_170321100007_2020.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
Abstract
Pengembangan agribisnis merupakan pembangunan pertanian yang mencakup produksi dan distribusi alat, bahan input dan jasa pertanian serta distribusi dan pengolahan hasil pertanian. Kondisi ini menyebabkan kegiatan agribisnis telah banyak melibatkan beberapa sektor dalam perekonomian termasuk sektor pertanian sebagai basis dari agribisnis. Pengembangan agribisnis tidak dapat dilakukan secara parsial karena agribisnis adalah rangkaian suatu sistem berbasis pertanian yang mengelola sumberdaya dari hulu (input), proses, sampai hilir (output). Salah satu kegiatan agribisnis adalah di bidang perkebunan yang berlangsung pada setiap subsistem agribisnis, karena beberapa produk hasil perkebunan merupakan produk ekspor Indonesia. Komoditas perkebunan yang menjadi andalan produk ekspor Indonesia salah satunya adalah komoditas kopi.
Kopi merupakan salah satu hasil komoditi perkebunan yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi diantara tanaman perkebunan yang lainnya dan berperan penting sebagai sumber devisa negara. Kopi merupakan hasil perkebunan yang mempunyai peluang pasar yang baik di dalam negeri maupun luar negeri. Indonesia merupakan salah satu produsen kopi terbanyak di dunia. Berdasarkan data Organisasi Pangan dan Agrikultur Dunia (FAO) pada tahun 2017 hingga tahun 2018, Indonesia tercatat sebagai penghasil biji kopi terbesar keempat setelah negara Brazil, Vietnam, dan Columbia. Iklim tropis yan dimiliki negara Indonesia memberikan keuntungan tersendiri dalam hal produksi kopi. Indonesia mampu menghasilkan 675 ribu ton kopi, dari hasil produksi tersebut sebanyak 61% kopi di ekspor sedangkan sisanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Kelebihan kopi Indonesia adalah mampu menghasilkan banyak kopi dan varietas yang beragam dari berbagai daerah dengan cita rasa yang khas dan berbeda, dan kualitas kopi yang dihasilkan sangat baik. Kopi Indonesia juga memiliki kekurangan, menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (2018), konsumsi kopi nasional cukup pesat namun tidak diimbangi dengan pertumbuhan produksi kopi yang cenderung stagnan bahkan negatif dengan rata-rata -0,3 persen per tahun. Kekurangan lain dari sisi produktivitas terhitung masih rendah dari potensi yang dimiliki Indonesia.
PT. Harta Mulia merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kopi. PT. Harta Mulia juga dibuka sebagai destinasi wisata yang ada pada Kabupaten Blitar. Perkebunan Kopi Karanganyar secara administratif terletak di Dusun Karanganyar, Desa Modangan, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Letak perkebunan ini cukup strategis karena berada tidak jauh dari Kawasan Wisata Panataran dan sejalur dengan beberapa destinasi wisata Blitar utara lainnya. Pemilihan PT. Harta Mulia sebagai lokasi PKL (Praktek Kerja Lapang), karena berbagai pertimbangan yaitu : (i) PT. Harta Mulia adalah salah satu perkebunan kopi yang tertua di Indonesia, (ii) salah satu perusahaan yang merupakan subsistem secara lengkap baik dari budidaya sampai pemasaran dan agrowisata, (iii) salah satu wisata terkenal di kawasan Kabupaten Blitar.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Zulfa Nur Isa; Putri Meysi Dwiyana; Sulastri Alaida Putri; Diosk |
| Department | Agribisnis |
| Uncontrolled Keywords | AGRIBISNIS;KEBUN KOPI |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agribisnis |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 02:45 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:13 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/24382 |
