TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38545-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (193kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38545-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38545-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (215kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38545-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (323kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38545-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (231kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38545-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (396kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38545-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (212kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38545-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (176kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38545-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh krisis kepercayaan konsumen Muslim ter-hadap sistem jaminan produk halal (JPH) di Indonesia, yang dipicu kasus kon-taminasi unsur haram pada produk bersertifikat oleh BPJPH dan BPOM pada 2025. Hal ini menimbulkan keraguan (was-was) dan menekankan perlunya eval-uasi ulang sertifikasi halal. Fokusnya pada kuliner tradisional Madura, yakni Be-bek Songkem Pak Salim Sampang, yang memiliki nilai budaya dan ekonomi tinggi namun memerlukan verifikasi kehalalan oleh otoritas agama lokal. Celah empiris terletak pada studi sebelumnya yang jarang mempertimbangkan perspek-tif ulama Bangkalan sebagai otoritas moral (Ghuru) dalam mengawal produk lo-kal. Tujuan penelitian adalah menganalisis pandangan ulama Bangkalan tentang urgensi sertifikasi halal dalam pengelolaan Bebek Songkem, mengevaluasi kepatuhan proses produksi terhadap kehalalan bahan baku dan prosedur Dhabi-hah Syar'iyyah untuk menghindari unsur syubhat, serta menganalisis im-plikasinya terhadap peningkatan kepercayaan konsumen Muslim. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif di Bangkalan dan Sam-pang. Data primer dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk mendapatkan data langsung dari lapangan. Hasil utama menunjukkan bah-wa ulama Bangkalan menempatkan sertifikasi halal sebagai mandat syariah yang mendesak (wajib syar’i), berakar pada maqashid syariah, khususnya hifz al-din (pemeliharaan agama) dan hifz al-nafs (pemeliharaan jiwa melalui aspek thayyib). Proses pengolahan tradisional Bebek Songkem (kukus/ungkep) memen-uhi aspek thayyib, namun analisis kritis mengungkap inkonsistensi dalam Dhabi-hah Syar'iyyah (penyembelihan tidak sempurna) yang berpotensi membuat dag-ing menjadi maitah (haram mutlak). Resiko syubhat yang tinggi akibat potensi perubahan bumbu pasca sertifikasi, mengaktifkan kaidah "Idza ijtama’a al-halal wa al-haram ghuliba al-haram". Implikasi terhadap kepercayaan konsumen secara signifikan tidak hanya bergantung pada logo formal (Rato), melainkan dimutlakkan oleh Hegemoni otoritas ulama (Ghuru) sebagai gerbang legitimasi spiritual, di mana sertifikasi halal berfungsi sebagai jaminan universal untuk menghilangkan keraguan (syubhat).rnKata kunci: Bebek Songkem, Kepercayaan Konsumen, Produk Halal, Sertifikasi Halal, Ulama Madura
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ISFARSIA NILAM AYU AZIKRA |
| Department | Hukum Bisnis Syariah |
| Uncontrolled Keywords | Bebek Songkem, Kepercayaan Konsumen, Produk Halal, Sertifikasi Halal, Ulama Madura |
| Divisions | Fakultas Ilmu Keislaman > S1 - Hukum Bisnis Syariah |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 02:44 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:12 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/24370 |
