TRUNOJOYO-KP-19426-170321100011-PKL_DIAN AKBARANI SAHIRA_170321100011_2020.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Kangkung (Ipomoea Aquatica) merupakan salah satu jenis tanaman sayuran
yang sering ditemukan di beberapa wilayah, seperti Asia Tenggara, India dan
Cina bagian Tenggara. Di Indonesia kangkung sangat mudah untuk ditemui dan
biasanya masyarakat Indonesia mengkonsumsinya dengan sambal. Johantika
(2002) menyatakan bahwa konsumsi kangkung di Indonesia tahun 2012
mencapai 1,02 juta, jumlah ini lebih kecil jika dibandingkan dengan luas panen
dan total produksi kangkung di Indonesia. Luas panen untuk budidaya kangkung
pada tahun 2017 sebesar 47.805 Ha, tingkat produksi total 276.976 dengan
demikian produktivitas kangkung di Indonesia sebesar 5,79 Ton/Ha. (Badan
Pusat Statistik, 2017)
Tingkat konsumsi kangkung akan terus mengalami kenaikan seiring dengan
peningkatan kesadaran masyarakat terhadap hidup sehat dan makanan bergizi.
Kangkung memiiki kandungan gizi yang tinggi dimana per 100 g dengan berat
dapat dimakan (BDD) 60% diantaranya, energi (28 kal), protein (3.4 g),
karbohidrat (3.9 g), kalsium (67 mg), vitamin C (17 mg). Kangkung juga memiliki
banyak manfaat bagi kesehatan yang dapat berfungsi untuk: menjaga sistem
pencernaan, mengatasi anemia, dan menjaga kolesterol.
Kangkung dapat memiliki nilai ekonomi yang tinggi jika masyarakat dapat
mengelola dengan baik. Orientasi pasar kangkung dengan adanya arus
globalisasi di bidang perdagangan dapat mengalami perluasan sehingga
cakupan pasar tidak hanya berada di Indonesia, namun juga bisa menembus
pasar internasional yang lebih menjanjikan serta memberikan profit lebih tinggi.
Produk tersebut harus memiliki standart yang baik, salah satunya produk tidak
mengandung senyawa kimia agar dapat diterima oleh pasar internasional. Selain
produk mentah yang masih berupa fresh vegetable, produsen juga dapat
mengolah sayuran menjadi sebuah produk yang dapat menambah nilai jual dari
kangkung.
Pengembangan sayuran di Indonesia masih memiliki banyak kendala, mulai
dari kurangnya lahan pertanian, sumberdaya manusia, kebijakan pemerintah
serta infrastruktur. Permasalahan tersebut membuat pemerintah menetapkan
peraturan yang terdapat dalam Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia
Nomor 33/ Permentan/SM.230/7/2016 tentang pedoman pembinaan
kelembagaan pelatihan pertanian swadaya, menjelaskan bahwa Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) merupakan lembaga pemagangan
bagi petani desa yang didirikan, dimiliki serta dikelola secara swadaya. Dengan
adanya P4S diharap dapat meningkatkan kualitas sumberdaya manusia
terkhusus para petani Desa.
Selain permasalahan sumberdaya manusia, pertanian Indonesia juga
memiliki masalah penyempitan lahan pertanian yang diakibatkan alih fungsi
lahan menjadi area perkantoran, perumahan, dan perluasan jalan raya. Namun
dengan adanya teknologi baru dalam bidang pertanian yang dapat membantu
masyarakat agar dapat menanam dilahan yang minim tentu menjadi salah satu
solusinya, salah satunya yakni teknik menanam akuaponik. Akuaponik
merupakan teknik menanam yang dirasa mampu mewujudkan kedaulatan
pangan di Indonesia. Sistem tanam akuaponik yang memadukan siklus sistem
hidroponik dengan sektor perikanan, dimana selain menghasilkan produk
pertanian organik juga dapat memanen hasil dari perikanan.
Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Joglo Nganjuk
merupakan salah satu contoh yang menerapkan sistem akuaponik untuk
tanaman kangkung yang di padukan dengan budidaya ikan lele. Selain itu P4S
Joglo Nganjuk merupakan satu-satunya P4S yang ada di Nganjuk yang
mengalami perkembangan yang cukup pesat, hal ini dibuktikan oleh terpilihnya
ketua P4S joglo Nganjuk sebagai petani milenial serta penjalinan kerjasama
ekspor dengan Malaysia, India, dan Ceko, oleh karena itu penulis merasa tertarik
untuk lebih memahami penerapan sistem akuaponik terhadap tanaman
kangkung. Selain itu penulis juga ingin mengetahui bagaimana proses dari hulu
hingga hilir produk kangkung di P4S Joglo Nganjuk
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM DIAN AKBARANI SAHIRA; AHKMAD ZAYNURI ALFARIZI; FANI AMILIA SARI |
| Department | Agribisnis |
| Uncontrolled Keywords | MANAJEMEN AGRIBISNIS;KANGKUNG |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agribisnis |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 02:41 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:12 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/24363 |
