TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38494-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38494-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (279kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38494-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (182kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38494-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (193kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38494-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38494-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (763kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38494-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (711kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38494-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (185kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38494-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (221kB)
Abstract
Pengeringan gabah merupakan kegiatan yang tujuannya untuk menurunkan kadar air serta mencegah terjadinya pembusukan dan fermentasi. Kadar air diturunkan hingga 14% sesuai dengan standar SNI 6128:2020, agar gabah dapat disimpan karena kadar air gabah pasca panen di Indonesia masih sangat tinggi. Proses pengeringan tradisional yaitu penjemuran di bawah sinar matahari akan membutuhkan waktu yang lama, dapat terkontaminasi oleh kotoran. Apabila kadar air terlalu kering tidak sesuai standar, maka gabah tersebut tidak bisa dikonsumsi, dan tidak bisa dipakai untuk bibit. Penelitian ini bertujuan untuk membantu para petani agar mencapai hasil yang maksimal dengan memanfaatkan teknologi yang berkembang. Alat yang menggunakan elemen pemanas untuk mengeringkan gabah ini dapat digunakan di malam hari juga. Sumber listrik yang digunakan berasal dari baterai yang diisi melalui panel surya dengan memanfaatkan energi matahari agar penggunaan listrik lebih hemat. Penggunaan panel surya juga sangat penting, karena dapat mengurangi beban tagihan listrik. Dengan perkembangan teknologi pengeringan gabah dapat dilakukan pada malam hari, proses pengeringan suhu dan kelembapan dapat dibaca oleh sensor DS18B20, dan DHT22. Proses pengeringan gabah dapat dipantau langsung melalui layar. Penelitian ini menggunakan metode PID (Proportional Integral Derivative) yang digunakan untuk mengontrol suhu sesuai dengan nilai yang ditentukan. Dengan model alat indirect type solar dryer (ITSD) pengeringan dapat dilakukan ketika siang hari saat melakukan pengisian baterai. Kelebihan alat pengeringan gabah buatan yaitu ketika kadar air sudah sesuai dengan standar maka proses pengeringan dapat berhenti, semua tegantung dengan program yang diperintahkan, dan dapat mempersingkat waktu proses pengeringan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM PANGKY BRILIAN TRIO RAHMAWAN |
| Department | Teknik Elektro |
| Uncontrolled Keywords | Pengeringan gabah, Panel surya, Kadar air, sensor DS18B20, Sensor DHT22 |
| Divisions | Fakultas Teknik > S1 - Teknik Elektro |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 01:55 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:12 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/24181 |
