TRUNOJOYO-KP-38435-220341100112-Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (12MB)
Abstract
Data batimetri, yang merepresentasikan topografi dan kedalaman dasar laut, merupakan informasi esensial untuk keselamatan navigasi dan berbagai kepentingan kelautan sipil maupun militer. Laporan Praktik Kerja Lapang (PKL) ini berjudul "PENGOLAHAN DATA BATIMETRI HASIL PEREKAMAN MULTIBEAM ECHOSOUNDER (MBES) DENGAN SOFTWARE CARIS HIPS SIPS 11.3 DI WILAYAH TANJUNG PRIOK". Multibeam Echosounder (MBES) adalah teknologi survei hidrografi canggih yang menghasilkan data kedalaman secara luas dan akurat dalam sekali rekam. Penggunaan MBES ini sangat relevan mengingat wilayah Tanjung Priok merupakan salah satu pelabuhan utama dan tersibuk di Indonesia sehingga pembaruan data batimetri sangat krusial untuk memfasilitasi kapal-kapal besar yang beroperasi.
Tujuan utama dari laporan ini adalah mendokumentasikan dan menganalisis secara rinci tahapan pengolahan data batimetri yang diperoleh dari survei MBES menggunakan perangkat lunak standar industri, yaitu CARIS HIPS SIPS versi 11.3. Proses pengolahan data meliputi beberapa langkah kritis, seperti impor data, koreksi data pasang surut (Tidal Correction), filterisasi anomali atau data outlier (pembersihan data), dan pembuatan Base Surface. Koreksi pasang surut sangat penting dilakukan untuk merujuk semua pengukuran kedalaman ke suatu datum vertikal yang seragam, seperti Mean Lower Low Water Spring (MLLWS) atau datum hidrografi lainnya. Hasil dari pengolahan data ini menghasilkan peta batimetri yang akurat, lengkap dengan kontur kedalaman, yang kemudian dapat digunakan untuk berbagai tujuan, termasuk pemetaan navigasi dan kajian sedimentasi. Proses ini memastikan bahwa data kedalaman yang disajikan di Pelabuhan Tanjung Priok valid, mutakhir, dan dapat diandalkan oleh otoritas pelabuhan dan pengguna jasa pelayaran. Perangkat lunak CARIS HIPS SIPS dipilih karena merupakan aplikasi terkemuka yang diakui secara internasional untuk pemrosesan data hidrografi dan batimetri. Pembuatan Base Surface merupakan tahapan akhir dari pemrosesan, di mana seluruh data kedalaman yang telah dikoreksi disajikan dalam bentuk model digital dengan resolusi grid tertentu. Analisis pada laporan ini juga mencakup interpretasi visual dari peta batimetri yang dihasilkan, di mana terlihat pola kontur warna yang menunjukkan variasi kedalaman, mengonfirmasi bahwa perairan di Tanjung Priok memiliki batimetri yang semakin dalam ke arah tertentu. Dengan demikian, penguasaan teknik pengolahan data MBES menggunakan software ini sangat vital bagi para hidrografer untuk menjamin keselamatan maritim dan mendukung terwujudnya Pushidrosal sebagai Lembaga Hidrografi Nasional yang kredibel.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM EKA WARDANI |
| Department | Agribisnis |
| Uncontrolled Keywords | Batimetri; Multibeam Echosounder (MBES); CARIS HIPS & SIPS; Pengolahan Data; Tanjung Priok |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agribisnis |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 01:38 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:12 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/24113 |
