BUDIDAYA CABAI BESAR KERITING (Capsicum annuum L.) UNTUK PRODUKSI BENIH DI CV. WONOSARI HORTICULTURE INDONESIA

ROYHAN ABDILLAH (2025) BUDIDAYA CABAI BESAR KERITING (Capsicum annuum L.) UNTUK PRODUKSI BENIH DI CV. WONOSARI HORTICULTURE INDONESIA. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-38428-220311100107-Laporan PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-38428-220311100107-Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (7MB)

Abstract

Sektor pertanian Indonesia memiliki potensi besar, dengan komoditas hortikultura seperti cabai besar keriting (Capsicum annuum L.) memegang peranan penting. Cabai tidak hanya bernilai ekonomi tinggi sebagai komoditas konsumsi, tetapi juga sebagai bahan baku esensial dalam produksi benih unggul. Ketersediaan benih cabai berkualitas, dengan tingkat kemurnian genetik dan daya kecambah yang tinggi, sangat menentukan keberhasilan budidaya di tingkat petani. Laporan Praktik Kerja Lapang (PKL) ini berjudul "Budidaya Cabai Besar Keriting (Capsicum annuum L.) untuk Produksi Benih di CV. Wonosari Horticulture Indonesia".

Tujuan utama dari PKL ini adalah untuk memahami dan mendokumentasikan secara rinci seluruh rangkaian kegiatan budidaya cabai besar keriting yang difokuskan pada tujuan produksi benih, yang mencakup teknik pemeliharaan, manajemen hama dan penyakit, serta tahapan spesifik pemanenan dan ekstraksi benih. Kegiatan ini dilaksanakan di CV. Wonosari Horticulture Indonesia, sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang hortikultura dan pemuliaan tanaman, pada tahun 2025.

Metode budidaya yang diterapkan adalah intensif dengan manajemen tanaman yang ketat, dimulai dari pembibitan, penyiapan lahan, penanaman, hingga pemeliharaan yang meliputi pengairan, pemupukan, dan pengendalian gulma. Fokus utama dalam budidaya benih adalah menjaga kemurnian genetik dan kesehatan buah. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara terpadu, melibatkan penggunaan pestisida nabati dan kimiawi, serta praktik sanitasi yang baik untuk meminimalkan kerugian hasil panen yang signifikan. Tahap kunci yang membedakan budidaya konsumsi dan benih adalah pemanenan: buah dipanen pada tingkat kematangan optimal (merah penuh) untuk memaksimalkan daya kecambah benih. Setelah panen, proses pascapanen benih meliputi ekstraksi biji, pencucian (untuk menghilangkan lendir), fermentasi singkat, dan pengeringan hingga kadar air mencapai standar penyimpanan yang aman. Seluruh tahapan ini menunjukkan bahwa budidaya tanaman untuk benih memerlukan tingkat presisi dan manajemen kualitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan budidaya untuk buah konsumsi.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
ROYHAN ABDILLAH
Department Agroekoteknologi
Uncontrolled Keywords Cabai Besar Keriting; Capsicum annuum L.; Produksi Benih; Teknologi Benih; Horticulture
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 17 Oct 2026 01:37
Last Modified 24 Oct 2026 17:12
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/24103

Actions (login required)

View Item
View Item