TRUNOJOYO-KP-38424-220341100083-Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Garam merupakan komoditas strategis yang memiliki peran vital tidak hanya sebagai bumbu masak (garam konsumsi) tetapi juga sebagai bahan baku penting dalam berbagai sektor industri, seperti industri kimia dan farmasi. Di Indonesia, upaya untuk meningkatkan kualitas garam, terutama garam konsumsi, diwujudkan melalui fortifikasi yodium, yang bertujuan untuk mengatasi masalah defisiensi yodium pada masyarakat. Garam Industri Beryodium adalah produk yang dihasilkan dari proses pengolahan garam mentah menjadi produk akhir siap konsumsi atau bahan baku sekunder dengan standar mutu yang ketat. Laporan kegiatan Magang Riset/Industri ini berjudul "Proses Produksi Garam Industri Beryodium Di Gudang B Pada PT. X".
Tujuan utama dari kegiatan magang ini adalah untuk memahami secara komprehensif seluruh tahapan yang terlibat dalam proses produksi garam beryodium skala industri di Gudang B PT. X, mengidentifikasi peralatan utama yang digunakan dalam setiap tahap, dan menganalisis peran Pengendalian Mutu (Quality Control) dalam menjamin kualitas produk akhir sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Kegiatan magang dilaksanakan di PT. X pada tahun 2025. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipatif langsung, wawancara dengan teknisi dan manajer produksi, serta studi dokumentasi proses dan standar operasional perusahaan.
Proses produksi di Gudang B dimulai dengan penerimaan garam bahan baku, yang kemudian melalui tahapan pengeringan awal, pembersihan, dan penghancuran (penggilingan) untuk mencapai ukuran partikel yang seragam. Tahapan krusial berikutnya adalah proses pencucian (washing) menggunakan air bersalinitas tinggi untuk mengurangi kadar impuritas. Setelah itu, garam kembali dikeringkan menggunakan mesin rotary dryer untuk menurunkan kadar air hingga memenuhi standar (maksimal 7%). Tahap paling penting adalah fortifikasi yodium, di mana larutan KIO3 (Kalium Iodat) disemprotkan secara merata untuk memastikan kandungan yodium akhir yang sesuai regulasi. Pengendalian mutu dilakukan secara ketat di setiap checkpoint, memverifikasi kadar air, blackspot (pengotor), dan kadar yodium produk. Keseluruhan proses ini menunjukkan bahwa keberhasilan produksi garam industri beryodium berkualitas tinggi sangat bergantung pada efisiensi teknologi, ketepatan dosis fortifikasi, dan implementasi pengendalian mutu yang konsisten.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Arsya Cahaya Nusantara Putri |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | Garam Industri, Garam Beryodium, Proses Produksi, Gudang B, PT. X, Yodium |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 01:36 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:12 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/24095 |
