PERBANDINGAN PASANG SURUT DI LAUT MALUKU DENGAN LAUT HALMAHERA PADA MUSIM BARAT DAN PERALIHAN 1

Allodya Ashya Kamila Rahmadhani (2025) PERBANDINGAN PASANG SURUT DI LAUT MALUKU DENGAN LAUT HALMAHERA PADA MUSIM BARAT DAN PERALIHAN 1. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-38422-220341100043_Laporan PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-38422-220341100043_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (16MB)

Abstract

Pasang surut merupakan salah satu fenomena oseanografi fisik yang paling mendasar, didefinisikan sebagai naik turunnya permukaan air laut secara periodik akibat kombinasi gaya tarik gravitasi Bulan dan Matahari, serta efek rotasi Bumi. Pemahaman mendalam tentang karakteristik pasang surut sangat krusial, terutama bagi navigasi maritim, perencanaan infrastruktur pesisir, hingga pengelolaan sumber daya perikanan. Indonesia, sebagai negara kepulauan, memiliki pola pasang surut yang sangat kompleks karena lokasinya di antara dua samudra besar, dengan perbedaan karakteristik yang signifikan antar wilayah. Laporan Praktik Kerja Lapang (PKL) ini berjudul "Perbandingan Pasang Surut di Laut Maluku Dengan Laut Halmahera Pada Musim Barat dan Peralihan 1".

Tujuan utama dari PKL ini adalah untuk menganalisis dan membandingkan karakteristik dan tipe pasang surut yang terjadi di dua wilayah perairan yang berdekatan namun berbeda, yaitu Laut Maluku dan Laut Halmahera. Analisis difokuskan pada dua periode waktu yang berbeda, yaitu Musim Barat (sekitar Desember-Februari) dan Musim Peralihan I (sekitar Maret-Mei). Kedua laut ini merupakan bagian dari perairan Indonesia Timur yang memiliki dinamika arus dan massa air yang intens. Metode yang digunakan adalah analisis data sekunder, yaitu data pasang surut historis yang diperoleh dari stasiun pengamatan. Analisis dilakukan menggunakan metode harmonik, di mana konstanta pasang surut (Harmonic Constituents) seperti M2, S2, K1, dan O1 dihitung untuk menentukan rasio bilangan Formzahl (F).

Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pola pasang surut yang mencolok antara Laut Maluku dan Laut Halmahera. Secara umum, Laut Halmahera cenderung didominasi oleh tipe pasang surut tunggal (diurnal) atau campuran cenderung tunggal, dipengaruhi oleh kondisi batimetri dan jalur pergerakan Indonesia Through Flow (Arlindo) yang kompleks. Sebaliknya, Laut Maluku menunjukkan variasi yang lebih luas, seringkali memiliki tipe pasang surut campuran cenderung ganda (mixed semidiurnal), terutama saat Musim Barat, yang mungkin disebabkan oleh pengaruh gelombang pasang dari Samudra Pasifik. Perbandingan ini menegaskan bahwa bahkan di wilayah yang berdekatan, perbedaan Musim dapat memengaruhi dominasi konstanta pasang surut, sehingga diperlukan analisis regional spesifik untuk aplikasi praktis.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
Allodya Ashya Kamila Rahmadhani
Department Kelautan
Uncontrolled Keywords Pasang Surut, Laut Maluku, Laut Halmahera, Musim Barat, Musim Peralihan 1, Tidal Analysis
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 17 Oct 2026 01:36
Last Modified 24 Oct 2026 17:12
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/24091

Actions (login required)

View Item
View Item