PERBANDINGAN KUALITAS GARAM BAHAN BAKU DARI SUMBER YANG BERBEDA UNTUK PRODUKSI GARAM KONSUMSI DI CV MEDIA UTAMA GROUP

DITA SEPTIANA (2025) PERBANDINGAN KUALITAS GARAM BAHAN BAKU DARI SUMBER YANG BERBEDA UNTUK PRODUKSI GARAM KONSUMSI DI CV MEDIA UTAMA GROUP. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-38421-220341100094-Laporan PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-38421-220341100094-Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Pulau Madura, yang secara geografis didukung oleh iklim tropis dengan musim kemarau yang panjang serta struktur tanah liat yang ideal, merupakan salah satu produsen garam tambak utama di Indonesia, memenuhi sekitar sepertiga kebutuhan garam nasional. Dengan rata-rata kebutuhan nasional mencapai 4,1 juta ton per tahun untuk memenuhi sektor garam konsumsi dan industri, menjaga kualitas bahan baku garam menjadi sangat krusial karena secara langsung memengaruhi kualitas akhir produk konsumsi. Laporan kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Magang Industri ini berjudul "Perbandingan Kualitas Garam Bahan Baku Dari Sumber Yang Berbeda Untuk Produksi Garam Konsumsi Di CV Media Utama Group".
Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pendataan dan pengecekan kualitas fisik bahan baku garam, membandingkan kualitas kadar air dan jumlah blackspot (bercak hitam/pengotor) pada garam bahan baku yang berasal dari sumber yang berbeda, serta mempelajari sistem produksi dan distribusi produk garam konsumsi di CV Media Utama Group, Sampang, Madura. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, perhitungan stok, dan analisis laboratorium terhadap kadar air, yodium, serta blackspot.
Hasil analisis laboratorium membandingkan garam yang berasal dari PT Garam dan garam rakyat. Secara fisik, garam PT Garam memiliki ukuran lebih besar dan warna putih bening, sementara garam rakyat berukuran lebih kecil. Dalam hal kadar air, garam PT Garam memiliki nilai tertinggi 4,8%, sedangkan garam rakyat mencapai rata-rata 6,52%. Meskipun berbeda, kedua kualitas bahan baku ini masih memenuhi standar SNI untuk produksi garam konsumsi (maksimal 7%). Untuk parameter blackspot (pengotor yang sering berupa pecahan besi, tanah, atau benang) garam PT Garam memiliki rata-rata 8-9 titik, lebih rendah dibandingkan garam rakyat dengan 9-11 titik. Perbedaan kualitas ini terutama disebabkan oleh variasi dalam proses pemanenan di tingkat petani dan manajemen tempat/lama waktu penyimpanan. Proses produksi di CV Media Utama Group meliputi penuangan bahan baku, penggilingan, pencucian, pengeringan dengan rotary dryer pada suhu minimal 50 ⁰C, dan diakhiri dengan penambahan yodium.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
DITA SEPTIANA
Department Kelautan
Uncontrolled Keywords Garam, Kualitas, Kadar Air, Blackspot, Garam Konsumsi, Produksi Garam, CV Media Utama Group
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 17 Oct 2026 01:35
Last Modified 24 Oct 2026 17:12
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/24090

Actions (login required)

View Item
View Item