TRUNOJOYO-KP-38419-220341100021_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (19MB)
Abstract
Sektor perikanan budidaya di Indonesia menempatkan udang Vaname (Litopenaeus vannamei) sebagai komoditas unggulan utama karena nilai ekspornya yang tinggi dan berbagai keunggulan biologisnya termasuk kemampuan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan, pertumbuhan yang cepat, dan toleransi terhadap kepadatan tebar yang tinggi. Keunggulan ini mendorong praktik budidaya secara intensif hingga super intensif. Laporan kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Industri ini berjudul "Pembesaran Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Pada Tambak Intensif High Density Polyethylene (HDPE) Outdoor di Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur". Kegiatan ini dilaksanakan di BPBAP Situbondo dari tanggal 11 Februari hingga 20 Juni 2025.
Tujuan utama dari magang ini adalah untuk memahami tahapan pembesaran udang Vaname di kolam beton, mempelajari manajemen dan program pakan yang diterapkan, serta mengidentifikasi hama dan penyakit yang menyerang kolam budidaya. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, didukung oleh teknik pengumpulan data primer (wawancara, observasi, partisipasi aktif) dan data sekunder. Dalam budidaya intensif ini, penggunaan lapisan plastik HDPE (High Density Polyethylene) pada tambak merupakan strategi penting untuk meminimalisir dampak lingkungan yang buruk dan mengurangi risiko serangan penyakit.
Tahapan pembesaran udang meliputi persiapan kolam, penebaran benur, manajemen pakan, monitoring kualitas air, monitoring pertumbuhan, dan pemanenan. Manajemen pakan merupakan aspek krusial, di mana jenis pakan yang digunakan adalah crumble dan pelet. Program pakan yang diterapkan adalah blind feeding pada fase awal, dilanjutkan dengan demand feeding dengan monitoring melalui pengecekan anco dan hasil sipon. Identifikasi menunjukkan adanya hama seperti burung bangau putih dan kepiting serta penyakit utama seperti AHPND (Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease) dan EHP (Enterocytozoon hepatopenaei). Kesuksesan budidaya udang intensif sangat ditentukan oleh implementasi seluruh tahapan manajemen dengan standar operasional yang ketat.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Susmitha Davvy Aoudy Firdaus |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | Udang Vaname, Intensif, Tambak HDPE, BPBAP Situbondo, Manajemen Pakan |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 01:35 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:12 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/24087 |
