ANALISA AKURASI SEA SURFACE TEMPERATURE MODEL TERHADAP DATA IN-SITU DAN SATELIT DI WILAYAH TELUK BANTEN

DEVI CHOIRUN NISA (2025) ANALISA AKURASI SEA SURFACE TEMPERATURE MODEL TERHADAP DATA IN-SITU DAN SATELIT DI WILAYAH TELUK BANTEN. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-38418-220341100084-Laporan PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-38418-220341100084-Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (8MB)

Abstract

Suhu Permukaan Laut (Sea Surface Temperature atau SST) merupakan parameter oseanografi fisik yang krusial, memainkan peran penting dalam berbagai proses di laut, mulai dari sirkulasi massa air, dinamika iklim, hingga distribusi organisme laut. Karena sifatnya yang sensitif terhadap perubahan lingkungan, pemantauan SST secara akurat dan berkelanjutan sangat dibutuhkan. Secara tradisional, data SST diperoleh melalui pengukuran langsung (in-situ) di lapangan, namun kemajuan teknologi memungkinkan perolehan data secara luas dan cepat melalui penginderaan jauh satelit dan pemodelan numerik laut. Laporan Praktik Kerja Lapang (PKL) ini berjudul "Analisa Akurasi Sea Surface Temperature Model Terhadap Data In-Situ dan Satelit di Wilayah Teluk Banten".
Tujuan utama dari PKL ini adalah untuk menganalisis dan membandingkan tingkat akurasi data SST yang dihasilkan oleh model oseanografi (misalnya model resolusi tinggi) dengan dua sumber data pengamatan yang berbeda: data in-situ (yang diperoleh langsung di lapangan) dan data satelit (yang diperoleh melalui sensor remote sensing). Lokasi studi difokuskan di perairan Teluk Banten. Pembandingan akurasi ini sangat penting untuk menilai keandalan model dalam merepresentasikan kondisi oseanografi riil, yang menjadi dasar bagi berbagai aplikasi praktis, seperti prediksi cuaca maritim, pengelolaan perikanan, dan kajian dampak perubahan iklim.
Metode yang digunakan melibatkan pengumpulan data SST dari tiga sumber: model numerik, data satelit (seperti MODIS atau NOAA AVHRR), dan data in-situ (dari stasiun pengamatan atau survei). Analisis akurasi dilakukan menggunakan metrik statistik, seperti Root Mean Square Error (RMSE) dan korelasi, untuk mengukur deviasi antara model dan data observasi. Hasil sementara menunjukkan bahwa pemodelan laut memiliki potensi besar, tetapi akurasinya sangat bergantung pada resolusi spasial dan temporal model, serta ketepatan dalam asimilasi data observasi. Secara umum, model menunjukkan akurasi yang lebih baik dalam kondisi perairan yang stabil, namun seringkali menunjukkan penyimpangan yang signifikan dibandingkan data in-situ di wilayah pesisir yang kompleks seperti Teluk Banten, di mana faktor-faktor lokal (seperti limpasan daratan) memengaruhi Sea Surface Temperature secara cepat.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
DEVI CHOIRUN NISA
Department Kelautan
Uncontrolled Keywords Sea Surface Temperature, Model, Data In-situ, Satelit, Teluk Banten, Akurasi
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 17 Oct 2026 01:35
Last Modified 24 Oct 2026 17:12
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/24086

Actions (login required)

View Item
View Item