Penerapan Perbarengan Tindak Pidana Dalam Perbuatan Pemalsuan Alat Bukti Visum Et Repertum Oleh Dokter

MARIA FEBRIANTI SIRAIT (2023) Penerapan Perbarengan Tindak Pidana Dalam Perbuatan Pemalsuan Alat Bukti Visum Et Repertum Oleh Dokter. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29137-Abstrak.pdf] PDF
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29137-Abstrak.pdf

Download (188kB)
[thumbnail of TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29137-Cover (Perpus Cakra).pdf] PDF
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29137-Cover (Perpus Cakra).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (975kB)
[thumbnail of TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29137-Bab 1.pdf] PDF
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29137-Bab 1.pdf

Download (484kB)
[thumbnail of TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29137-Bab 2.PDF] PDF
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29137-Bab 2.PDF
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[thumbnail of TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29137-Bab 3.PDF] PDF
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29137-Bab 3.PDF
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[thumbnail of TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29137-Bab 4.PDF] PDF
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29137-Bab 4.PDF
Restricted to Repository staff only

Download (6kB)
[thumbnail of TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29137-Daftar Pustaka.PDF] PDF
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29137-Daftar Pustaka.PDF
Restricted to Repository staff only

Download (241kB)
[thumbnail of TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29137-Biodata dan Lampiran.pdf] PDF
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29137-Biodata dan Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (157kB)

Abstract

Perbarengan tindak pidana antara pemalsuan visum et repertum dan obstruction of justice, dalam kasus tindak pidana tersebut terdapat dua kejahatan sekaligus sehingga disebut dengan perbarengan tindak pidana. Gabungan perbarengan tindak pidana (concursus) diatur dalam Pasal 63 sampai 71 buku I Bab VI KUHP. Lalu apakah Pasal 267 dan 268 KUHP dapat menjerat tindak pidana pemalsuan visum et repertum yang dilakukan oleh dokter. UU No 29 tahun 2004 sebagai peraturan yang mengatur tentang Praktik Kedokteran sehingga bagaimana UU No 29 Tahun 2004 melihat tindak pidana pemalsuan visum et repertum yang dibarengi dengan perbarengan tindak pidana.rnrnMetode yang digunakan adalah yuridis normatif. Adapun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual.rnrnHasil penelitian ini menunjukkan, adanya perbuatan pemalsuan alat bukti visum et repertum oleh dokter yang dimana dari tindak pidana tersebut terjadi kesulitan dalam penyidik melakukan penyidikan yang disebut dengan obstruction of justice. Perbuatan pemalsuan alat bukti visum et repertum oleh dokter yang dibarengi dengan tindak pidana obstruction of justice ini masuk ke dalam tindak pidana perbarengan aturan (concursus idealis), yaitu telah melanggar dua atau lebih aturan hukum pidana. Bentuk penerapan perbarengan tindak pidana dalam kasus ini digunakan sistem pemidanaan absorbsi.rnKata Kunci : Perbarengan, Pemalsuan, Visum Et Rrepertum, Dokter.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
MARIA FEBRIANTI SIRAIT
Department Ilmu Hukum
Uncontrolled Keywords Perbarengan, Pemalsuan, Visum Et Rrepertum, Dokter.
Divisions Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 17 Oct 2026 01:31
Last Modified 24 Oct 2026 17:12
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/24067

Actions (login required)

View Item
View Item