TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22903-Abstrak.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (159kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22903-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22903-BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (174kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22903-BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (461kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22903-BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (537kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22903-BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22903-Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (416kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-22903-BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (241kB)
Abstract
Aktivitas mendaki gunung saat ini merupakan salah satu jenis aktivitas olahraga yang sangat diminati dari berbagai kalangan. Selain menyajikan keindahan alam mendaki juga dapat sebagai bentuk refreshing. Adapun kendala yang sering dihadapi oleh para pendaki adalah stamina yang terkuras ketika akan mendekati puncak gunung dan juga mengalami hipotermia. Hipotermia sendiri merupakan penurunan kondisi tubuh di bawah 35℃. Kondisi ini sering terjadi karena suhu udara yang semakin dingin dan juga mulai kehilangan keseimbangan dalam mengontrol tubuh. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dibutuhkan instrumen alat yang dapat digunakan dalam mengontrol kondisi kesehatan para pendaki gunung. Alat ukur elektronika yang digunakan meliputi sensor suhu tubuh GY-906 dan sensor tekanan darah sekaligus sensor detak jantung dengan menggunakan DC019. Dengan metode Naïve Bayes diharapkan dapat mengklasifikasi tingkat gejala hipotermia mulai tingkat gejala ringan, sedang, dan tinggi. Alat ukur elektronika yang digunakan meliputi sensor suhu tubuh GY-906 dan sensor tekanan darah sekaligus sensor detak jantung dengan menggunakan DC019. Alat ukur dapat menampilkan semua data hasil pengecekan kondisi fisik dan juga analisis klasifikasi hipotermia mulai dari kategori kondisi tubuh normal, hipotermia ringan, hipotermia sedang dan hipotermia pada LCD. Metode Naïve Bayes mampu mengklasifikasi tingkat gejala hipotermia mulai tingkat gejala ringan, sedang, dan tinggi dengan akurasi sebesar 85%. Hasil dari analisis metode Naïve Bayes dapat menentukan apakah para pendaki dalam kondisi normal maupun menderita hipotermia yang mengharuskan beristirahat atau membatalkan pendakian ketika gejala hipotermia semakin parah.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM YUSUF SETYO BUDI |
| Department | Teknik Mekatronika |
| Uncontrolled Keywords | Klasifikasi hipotermia, hypothermia check up, DC019, GY-906, algoritma Naive Bayes. |
| Divisions | Fakultas Teknik > S1 - Teknik Mekatronika |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 11:48 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:45 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/2399 |
