TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29089-160111100125_Abstract_TOC.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (45kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29089-160111100125_Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29089-160111100125_Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (255kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29089-160111100125_Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (210kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29089-160111100125_Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (199kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29089-160111100125_Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (34kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29089-160111100125_References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (150kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29089-160111100125_Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (36kB)
Abstract
ABSTRAKrnPada dasarnya majelis Hakim memiliki seperangkat otoritas hukum untuk difungsikan dalam memeriksa pelaku kejahatan, karna kedamaian dan ketentraman dimasyarakat dapat dipengaruhi oleh penegakan hukum yang digunakan, lembaga peradilan melalui proses guna mencari keadilan yang diberikan kepada pencari keadilan. Namun tidak tepat ketika melihat kasus Bharada E yang divonis 1,5 tahun dalam Putusan Nomor: 798/Pid. B/2022/PN. Jkt.Sel.) karna Bharada E terbukti tidak bisa menolak perintah mantan atasannya yaitu Sambo. Penelitian ini menggunakan metode hukum yuridis normatif, rumusan masalah dalam penelitian ini, adalah Apakah penjatuhan pidana oleh hakim dalam Putusan Nomor: 798/Pid.B/2022/PN.Jkt.Sel. terhadap Richard Eliezer sudah tepat.rnPenelitian berdasarkan dengan teori keadilan dengan konsep keadilan hal ini untuk mengetahui Apakah penjatuhan pidana oleh hakim dalam Putusan Nomor: 798/Pid.B/2022/PN. Jkt.Sel. terhadap Richard Eliezer sudah tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek psikologis dalam penilaian tindak pidana berdasarkan asas Actus Non Facit Reum Nisi Mens Sit Rea. Dalam kasus ini, terdakwa tidak dapat dianggap bersalah karena kurangnya unsur kesengajaan atau niat jahat untuk melanggar perintah saksi. Dengan demikian putusan Nomor: 798/Pid.B/2022/PN.Jkt.Sel Terhadap Terdakwa Richard Eliezer Atas Tindak Pidana Pembunuhan, hakim yang mengatakan kurang tepatnya Pasal 51 ayat (1 KUHP dengan alasan bahwa pelaku dirasa bukanlah dalam rangka melaksanakan perintah jabatan serta hakim memvonis 1,5 tahun terhadap Richard Eliezer Yang artinya pertanggungjawaban tidak akan diminta dari mereka yang patuh melaksanakan perintah, melainkan kepada mereka yang memberi perintah., sehingga dapat diberikan saran Perlunya majelis hakim dalam membuat putusan sepatutnya dalam menimbang dan memutus suatu perkara dengan memerhatikan asas keadilan, kepastian hukum dan kemanfaatan agar menjadi putusan yang idealrnKata Kunci : Analisis- Putusan- Pembunuhan Berencana
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM IRAWAN WAHYU RAMADHAN |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Analisis- Putusan- Pembunuhan Berencana |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 00:43 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:12 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/23875 |
