TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38291-Abstract.pdf
Download (243kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38291-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38291-Chapter1.pdf
Download (281kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38291-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (378kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38291-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (519kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38291-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (240kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38291-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (206kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38291-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (151kB)
Abstract
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) telah membawa transformasi signifikan dalam sektor keuangan, khususnya pada sistem penilaian skor kredit di layanan fintech lending. Pemanfaatan AI menawarkan efisiensi dan perluasan inklusi keuangan, namun disaat yang sama juga menimbulkan tantangan serius, terutama bagi kelompok rentan seperti lanjut usia (lansia) yang cenderung memiliki keterbatasan literasi digital jejak aktivitas di media sosial. Hal tersebut menimbulkan potensi bias algoritmik, dan diskriminasi akibat lemahnya kerangka hukum yang berlaku di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan perbandingan, serta analisis deskriptif terhadap bahan hukum primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiadaan pengaturan khusus mengenai penggunaan AI dalam penilaian skor kredit pada fintech mengakibatkan ketimpangan perlindungan hukum antara sektor perbankan dan sektor fintech, di mana perbankan telah menerapkan prinsip kehati-hatian, sedangkan fintech masih beroperasi dengan standar yang lebih longgar. Kondisi ini menimbulkan risiko nyata terhadap hak-hak konsumen lansia, seperti penilaian kredit yang tidak akurat, diskriminasi berbasis data, serta tidak adanya mekanisme keberatan terhadap keputusan otomatis Oleh karena itu diperlukan regulasi yang komprehensif dengan menekankan tiga aspek utama yaitu transparansi dan kejelasan algoritma, keterlibatan manusia dalam proses verifikasi, dan tata kelola data yang ketat.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MOHAMMAD REZA AS SYAFI |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Artificial Intelligence; Skor Kredit; Fintech Lending |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 23:39 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:12 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/23628 |
