TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29023-180111100074_Abstract_TOC.pdf
Download (49kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29023-180111100074_Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (517kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29023-180111100074_Chapter1.pdf
Download (154kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29023-180111100074_Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (214kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29023-180111100074_Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (234kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29023-180111100074_Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (18kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29023-180111100074_References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (65kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-29023-180111100074_Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (616kB)
Abstract
ABSTRAKrnKetentuan agama Islam memuat larangan terhadap konsumsi makanan tertentu, yang dikenal sebagai makanan haram. Dalam konteks pedagang makanan, hal ini menimbulkan permasalahan terkait informasi sebenarnya yang diberikan para pedagang kepada konsumen dan perlindungan hukum terhadap konsumen muslim atas tidak dipenuhinya hakatas informasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum terhadap konsumen Muslim atas menu yang dilarang, dengan studi kasus pada pedagang nasi goreng di Desa Banjarejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan pendekatan fakta (Fact Approach) dengan melibatkan wawancara mendalam dan observasi terhadap pedagang nasi goreng, konsumen Muslim, lembaga yang terlibat. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode content analysis untuk mengidentifikasi dan menganalisis perlindungan hukum yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga pedeganga nasi goreng yang menyediakan menu yang tidak halal dengan tidak memberikan keterangan tidak halal pada daftar menu, spanduk, poster pada lokasi penjualan. Pedagang memiliki kewajiban untuk memberikan informasi yang jelas dan jujur mengenai bahan yang digunakan dalam makanan yang dijual, namun dalam prakteknya, informasi sering kali kurang lengkap atau tidak disampaikan dengan jelas. Selain itu, konsumen Muslim juga perlu meningkatkan kesadaran dan pengetahuan mengenai makanan yang dilarang agar dapat melindungi diri mereka sendiri. Dalam rangka meningkatkan perlindungan hukum terhadap konsumen Muslim, perlu adanya upaya kolaboratif antara pedagang, konsumen, dan pemerintah setempat. Pedagang perlu meningkatkan transparansi dalam menyediakan informasi mengenai bahan yang digunakan dalam makanan. Pemerintah setempat dapat memberikan edukasi mengenai produk halal dan pelatihan kepada pedagang mengenai aspek hukum dan keagamaan terkait penjualan makanan. Selain itu, konsumen Muslim perlu meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai makanan yang dilarang. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemahaman tentang perlindungan hukum terhadap konsumen Muslim dalam konteks makanan yang dilarang bagi umat muslim. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk mengembangkan kebijakan yang lebih baik dalam melindungi konsumen Muslim dari menu yang dilarang dan menjaga kepatuhan terhadap nilai-nilai keagamaan yang dijunjung tinggi.rnKata Kunci: perlindungan hukum, konsumen Muslim, menu yang dilarang, nasi goreng, Desa Banjarejo, Bojonegoro
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MOCHAMMAD RIZQI RAMADHAN |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | perlindungan hukum, konsumen Muslim, menu yang dilarang, nasi goreng, Desa Banjarejo, Bojonegoro |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 23:36 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:12 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/23618 |
