TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38287-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (161kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38287-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (420kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38287-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (220kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38287-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (243kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38287-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (513kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38287-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (172kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38287-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (238kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38287-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (883kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38287-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (171kB)
Abstract
Kejhung merupakan salah satu sastra lisan yang ada di Madura. Kejhung mengandung banyak nilai moral, sosial, politik, dan budaya masyarakat Madura, yang perlu dilestarikan dan dijaga oleh generasi muda yang ada di Madura. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis makna denotasi dan makna konotasi dalam lirik kejhung yang ada pada tradisi sapeh thok-thok. Penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif dengan desain deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan teori semiotika Roland Barthes yang mengkaji tanda melalui dua tingkat makna, yaitu denotasi dan konotasi. Data utama dari penelitian ini adalah lirik kejhung dalam tradisi sapeh thok-thok. Data diperoleh melalui metode wawancara dan pengamatan. Metode pengamatan/observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi terstruktur, adapun metode untuk wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode wawancara tidak terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik kejhung mengandung makna denotasi atau makna tingkat pertama yang berhubungan dengan kehidupan masyarakat Madura, seperti hal yang terkait dengan perjuangan untuk mendapatkan sesuatu, hakikat pertunangan, pernikahan, budaya atau tradisi masyarakat, dan pengedalian diri. Selain makna denotasi, lirik kejhung mengandung makna konotasi sebagai makna tingkat kedua yang didalamnya berisi tentang kehidupan sosial serta budaya masyarakat Madura, seperti makna yang berhubungan dengan keikhlasan, takdir Allah, kedekatan manusia dengan makhluk hidup lainnya, ketelitian sebelum berbuat dan saling menghargai, serta sumber penyesalan. Hal ini juga menunjukkan bahwa makna lirik kejhung, baik secara denotasi maupun konotasi, memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan kehidupan masyarakat Madura, khususnya di Desa Bringen, Bangkalan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ARIF RAHMAN MAULANA |
| Department | Pendidikan BHS dan Sastra IND. |
| Uncontrolled Keywords | makna denotasi, makna konotasi, semiotika, kejhung, tradisi sapeh thok-thok |
| Divisions | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > S1 - Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 23:35 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:12 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/23612 |
