TRUNOJOYO-KP-28979-160341100086-adele pkl.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Hutan adalah kawasan yang didalamnya berupa pepohonan persekutuan
alam lingkungannya, tidak dapat dipisah satu dengan lainnya. Lahan dengan
sumberdaya alam hayati yang memiliki satu kesatuan. Pada tahun 2005 luasan
hutan Mangrove mencapai 3.062.300 ha atau 19% di Indonesia dan menjadi hutan
mangrove terluas serta terbesar melebihi Australia (10%) dan Brazil (7%).
Indonesia memiliki Kawasan Mangrove hutan sejenis yang paling beragam di
dunia. Hutan bakau adalah julukan yang dipakai untuk menjabarkan suatu variates
komunitas hutan tropik yang ditempati oleh sebagian spesies pohon yang khas
atau semak-semak yang memiliki potensi untuk tumbuh dalam perairan asin.
Gunarto (2004), mengatakan bahwa Mangrove hidup subur di kawasan muara
sungai atau estuari yang merupakan kawasan tujuan akhir dari partikel-partikel
organik ataupun endapan lumpur yang tergiring dari kawasan hulu karena
adanya pengaruh erosi. Mangrove berfungsi sebagai pengamanan terhadap daratan
dan sebagai land stabilizer. Adanya tanah yang muncul adalah akumulasi dari
lumpur ialah pengaruh dari fungsi perakaran mangrove yang dapat menghalangi
kembalinya lumpur pada saat air surut. Kawasan berlindung bagi biota-biota
perairan pada saat surut dan kawasan berlindung bagi biota untuk menjauhi
mangsanya. Peranan lumpur, perakaran, dengan faktor fisik kimia mangrove
menjadikan kualitas setiap habitat mangrove tidak sama meskipun berada pada
satu garis pantai. Sumanto dan Sarmini (2013) menyimpulkan bahwa Mangrove
di pantai Utara Jawa Tengah walaupun luas dan garis pantainya tidak terlampau
besar jika dibandingkan mangrove di luar Jawa, akan tetapi memiliki perbedaan
kualitas habitat yang tinggi.
Nekton adalah organisme yang bergerak aktif dan berenang kemanapun
tujuannya, contohnya ikan, amfibi dan serangga air besar (Odum, 1994).
Banyaknya spesies nekton di suatu perairan dapat memberikan deskripsi terhadap
komunitas nekton yang kompleks di perairan tersebut. Komunitas merupakan
gabungan dari berbagai jenis organisme dan ukuran populasi yang hidup dalam
habitat tertentu. Komunitas adalah satu kesatuan yang terorganisis dengan bagian- bagian individu dan peran metabolisme yang bersinggungan dengan ekosistem.
Keragaman spesies yang tinggi membuktikan bahwa suatu komunitas memiliki
kompleksitas tinggi, karena dalam komunitas itu terjadi interaksi spesies yang
juga tinggi serta mengimplikasikan perpindahan energi (jaring makanan), predasi,
kompetisi dan pembagian relung. Dalam siklus hidupnya, ikan sangat sensitif
terhadap perubahan lingkungan perairan karena ikan mempunyai pola adaptasi
yang tinggi dengan lingkungan fisik dan kimia.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ADELIA RAMADHANTY ARIEF |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | TAMBAK |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 22:51 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:11 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/23439 |
