TRUNOJOYO-Tugas Akhir-19198-160111100181_Abstract_TOC.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (551kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-19198-160111100181 Appandices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-19198-160111100181 References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (116kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-19198-160111100181 Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (132kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-19198-160111100181 Chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (540kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-19198-160111100181 Chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (539kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-19198-160111100181 Chapter 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (536kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-19198-160111100181 Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Abstrak
Kepailitan adalah sita umum atas semua kekayaan debitor pailit yang pengurusan dan pemberesannya dilakukan oleh kurator di bawah pengawasan hakim pengawas. Syarat permohonan pailit adalah adanya dua atau lebih kreditur dan sedikitnya satu utang yang jatuh tempo. Berdasarkan Penjelasan Pasal 2 ayat (1) UUK putusan arbitrase dapat dikategorikan sebagai utang. Sedangkan Putusan arbitrase internasional di akui serta dapat dilaksanakan di Indonesia setetalah mendapatkan eksekuatur. Sehingga pada kasus ini, Ecom Agroindustrial Corp. LTD. dkk. mengajukan permohonan pailit, namun majelis hakim pada tingkat pertama serta kasasi menolak, karena tidak memenuhi syarat fakta atau keadaan yang terbukti secara sederhana dan jika permohonan dikabulkan akan menimbulkan tumpang tindih terhadap eksekusi putusan arbitrase internasional. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu Apakah pertimbangan hakim Pengadilan Niaga dalam perkara Nomor : 767 K /Pdt.Sus.Pailit/2014. sudah tepat ?, Bagaimana upaya hukum yang dapat diajukan oleh para pemohon pailit ?, Apakah adanya upaya eksekusi putusan arbitrase internasional menghalangi proses kepailitan ?.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus.
Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa Penolakan Permohonan Pailit terhadap PT. Golden Tatex Indonesia telah sesuai dengan UUK, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) UUK, sehingga utang yang diputus arbitrase internasional dan telah mendapatkan eksekuatur dari Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mempertegas bahwa utang tersebut telah jatuh tempo namun tidak dapat ditagih karena implikasi dari eksekuatur maka utang tersebut harus dilaksanakan eksekusi sesuai acara perdata biasa dan pada kasus tersebut proses eksekusi belum terlaksana sama sekali. Sedangkan upaya hukum yang dapat diajukan terhadap penolakan permohonan pailiti dengan mengajukan upaya sita eksekusi atas putusan arbitrase internasional apabila para pihak tetap ingin mendapatkan pemenuhan piutangnya melalui jalan kepailitan maka yang harus mengajukan permohonan pailit harus kreditor lain. Terdapatnya eksekusi putusan arbitrase internasional tidak dapat menghalangi kepailitan selama dalam permohonan pailit terdapat dua kreditor atau lebih serta utang yang jatuh tempo dan dapat ditagih sebagaimana terdapat pada Pasal 8 ayat (4) dan Pasal 2 ayat (1) UUK, namun jika utang yang diputus arbitrase internsional diajukan permohonan pailit dan sedang dieksekusi akan menghalangi kepailitan karena utang tersebut belum dapat ditagih.
Kata Kunci : Utang, Arbitrase internasional, Kepailitan, Upaya Hukum
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM FIRLIYAN SENO UTOMO |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Debt, International Arbitration, Bankruptcy, Legal Remedies |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 22:49 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:11 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/23432 |
