TRUNOJOYO-Tugas Akhir-19179-15111100092_Abstract_TOC.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-19179-15111100092_Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-19179-15111100092_Chapter_1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-19179-15111100092_Chapter_2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-19179-15111100092_Chapter_3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-19179-15111100092_Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-19179-15111100092_References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-19179-15111100092_Appandices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
ABSTRAK
Narapidana terorisme memperoleh tindakan yang sama dengan nara pidana kasus lainnya;
Belum adanya perlakuan khusus yang bisa mengurangi maupun mencegah adanya radikalisme yang
dianut mereka. Pembinaan terhadap nara pidana terorisme ialah kajian penting guna mengontrol
kestabilan keamanan dikemudian waktu. Hal tersebut menjadi LAPAS selaku wadah yang paling
mempunyai peran didalam melaksnakan pembinaan pada narapidana teroris guma tidak mengulang
kembali perbuatannya. Mekanisme pembinaan narapidana teroris harus memiliki perbedaan dengan
narapidana lain. dimana didalam waktu pembinaan mental, narapidana teroris tidak diperbolehkan
memberikan dakwah. Adapun permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini mengenai.
Bagaimanakah model pembinaan narapidana terorisme di lapas porong / lapas kelas Surabaya dan
Kendala-kendala apa yang dihadapai dalam pembinaan narapidana terorisme di lapas porong / lapas
kelas 1 Surabaya. Adapun hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa program pembinaan
kepribadian dengan cara mengajak berbicara dari hati ke hati dengan narapidana terorisme agar pola
pikir mereka dapat di perbaiki dan mempunyai pemahaman yang komprehensif dan bisa menerima orang-orang yang tidak sepaham dengan para narapidana terorisme. Program pembinaan kepribadian
bertujuan untuk menumbuhkan tingkat ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, daya pikir,
perilaku dan sikap, kecakapan serta kesehatan jiwa dan raga narapidana. Selain itu progam
pembinaan kemandirian untuk mendidik dan membekali narapidana terorisme untuk mempunyai
kemampuan serta skill yang berfungsi saat narapidana bebas dari Lembaga Pemasyarakatan, para
narapidana dapat membuka lapangan pekerjaan. Dengan skil yang dimiliki tentunya tidak terlibat
dalam jaringan terorisme lagi, sebab mereka sudah disibukkan dengan kegiatan usaha yang
produktif. Hendaknya pemerintah khususnya kementrian hukum dan Ham yang membawahi lembaga
pemasyarakatan di Indonesia, menambah kapasitas atau daya tampung lapas klas 1 Surabaya yang
sudah overcapasity atau melebihi daya tampung yang sebenarnya, kapasitas yang hanya menampung
1050 orang dipaksakan menampung 2754, hal ini tentunya juga akan menganggu proses pembinaan
para narapidana khususnya narapidana terorisme. Serta menambah tenaga ahli yang khusus
menangani pembinaan narapidana terorisme agar metode pembinaan yang dilakukan berjalan lebih
efektif lagi, serta hendaknya BNPT agar lebih sering mengunjungi lapas kelas 1 Surabaya, dengan
demikian maka diharapkan para petugas lapas dapat dengan mudah melakukan koordinasi terkait
progres pembinaan narapidana terorisme dan evaluasi metode pembinaan yang dilakukan.
Kata Kunci : Narapidana Terorisme, Lapas, dan Pembinaan Social
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM HELDY CHANDRA A, |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Terrorism Prisoners, Lapas, and Social Coaching |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 22:32 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:11 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/23365 |
