TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32423-Abstract..pdf
Restricted to Repository staff only
Download (212kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32423-Cover..pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32423-Chapter1..pdf
Restricted to Repository staff only
Download (450kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32423-Chapter2..pdf
Restricted to Repository staff only
Download (610kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32423-Chapter3..pdf
Restricted to Repository staff only
Download (510kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32423-Chapter4..pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32423-Conclusion..pdf
Restricted to Repository staff only
Download (314kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32423-References..pdf
Restricted to Repository staff only
Download (347kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32423-Appendix..pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Skripsi ini membahas analisis nilai budaya dalam perayaan Tradisi Hari Raya Ketupat di Kecamatan Kamal dengan menggunakan kajian semiotika Charles Sander Pierce. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan lebih dalam tentang pelaksanaan Tradisi Hari Raya Ketupat, simbol dan makna, serta nilai Budaya yang terkandung dalam tradisi ini, dua wilayah berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dari berbagai narasumber yang memiliki pemahaman mendalam tentang tradisi tersebut di wilayah Tajungan dan Wilayah Kejawan. Selain itu, teknik observasi, dokumentasi, wawancara, dan teknik transkipsi juga digunakan untuk mendukung pengumpulan data. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara sistematis menggunakan empat tahapan, yaitu analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponensial, dan analisis tema kultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 27 simbol yang ditemukan dalam tradisi Hari Raya Ketupat, masing-masing dengan makna yang beragam. Dari 27 simbol tersebut, 14 simbol di antaranya berasal dari tradisi kupatan di Wilayah Tajungan, sementara 13 simbol lainnya berasal dari tradisi perahu lomban di Wilayah Kejawan. Simbol-simbol pada properti tradisi dapat di lihat pada tanda atau eksistensi aktual benda yang memiliki makna tersendiri. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa tradisi perahu lomban dan kupatan bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga merupakan wujud dari kekayaan budaya dan kearifan lokal yang patut dilestarikan. Nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya mencerminkan kebiasaan dan keyakinan yang telah diteruskan dari generasi ke generasi. Dengan memahami lebih dalam tentang simbol dan makna dalam tradisi ini, diharapkan dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap warisan budaya.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM AINUR EMILIA DWI SOFIANTI |
| Department | Pendidikan BHS dan Sastra IND. |
| Uncontrolled Keywords | nilai budaya; tradisi kupatan; tradisi perahu lomban; sastra lisan; kajian semiotika Charles Sanders Pierce |
| Divisions | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > S1 - Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 11:47 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:45 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/2334 |
