TRUNOJOYO-KP-19169-170311100018-Laporan PKL Indri Kusuma Ningrum.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Jeruk menjadi salah satu buah yang banyak digemari masyarakat serta memiliki prospek agribisnis yang dapat menunjang kesejahteraan petani jeruk di Indonesia. Jeruk yang banyak dikembangkan di Indonesia terdiri atas beberapa jenis, yaitu jeruk manis dan sitrun yang berasal dari Asia Timur atau Cina, sedangkan Jeruk Nipis, Jeruk Purut dan Jeruk Bali (Pamelo) dari Asia Tenggara (Endarto dan Martini 2016). Tanaman jeruk pada umumnya dapat dibudidayakan di daerah tropis dengan ketinggian tempat 650-2000 mdpl, berbagai jenis tanah mulai dari tanah berpasir hingga tanah liat berat. Tanaman jeruk membutuhkan perairan yang cukup tetapi tidak tergenang dengan nilai pH tanah 5 atau bersifat asam.
Jeruk dapat dikonsumsi dalam bentuk segar maupun olahan. Indonesia telah menjadikan jeruk sebagai produk industri seperti minyak dari kulit dan biji jeruk, alkohol, gula tetes dan pektin dari buah jeruk yang terbuang. Minyak dari kulit jeruk digunakan untuk minyak wangi, sabun dan campuran kue. Jeruk dimanfaatkan sebagai obat tradisional, seperti penurun panas, pereda nyeri dan untuk radang mata (Buton 2010). Banyaknya wisata perkebunan jeruk mengakibatkan peningkatan kebutuhan bibit jeruk yang bebas penyakit.
Pembangunan agribisnis jeruk diawali dari perbenihan, dengan menuntut dukungan industri BIBIT dengan kualifikasi : 1) bermutu prima, 2) berlabel bebas penyakit, 3) tersedia saat musim tanam dan 4) harga terjangkau. Bibit jeruk dapat dikatakan bermutu apabila varietasnya sudah terdaftar untuk peredarannya serta diperbanyak melalui sertifikasi BIBIT bebas penyakit yang berada di bawah pengawasan Balai Pengawasan Sertifikasi BIBIT (BPSB). Bibit jeruk bebas penyakit tidak berarti tahan terhadap 5 patogen sistemik (Citrus Vein Phloem Degeneration, Citrus Tristeza Virus, Citrus Vein Enation Virus, Citrus Exocortis Viroid dan Citrus Psorosis Virus), tetapi setelah ditanam di lapang dapat terinfeksi melalui serangga penular maupun peralatan yang digunakan dalam proses perbenihan.
Tanaman jeruk dapat diperbanyak secara generatif dengan biji sedangkan vegetatif dengan cangkok, stek dan okulasi. Di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) Batu Jawa Timur, perbanyakan tanaman buah-buahan khususnya untuk tanaman jeruk dilakukan dengan perbanyakan vegetatif yaitu cara okulasi. Kelebihan bibit hasil okulasi yaitu memperoleh batang bawah dengan perakaran kuat, memperoleh tumbuhan sesuai dengan keinginan, biaya lebih murah, mempercepat periode produktif dan bahan tanaman induk yang digunakan tidak terlalu banyak namun menghasilkan bibit yang banyak (Hartaman et al 1990).
Okulasi dilakukan untuk memperoleh bibit tanaman jeruk yang diinginkan. Jeruk keprok dan siam sering digunakan sebagai batang atas karena memiliki kelebihan produktivitas serta kualitas buah yang tinggi, namun perakaran yang kurang baik. Menurut Puspitasari (2017), jeruk JC (Japansche citroen) memiliki buah dengan cita rasa sangat asam, namun menjadi salah satu jenis jeruk yang sering digunakan sebagai batang bawah karena kompatibilitasnya yang tinggi dengan batang atas dan sistem perakaran yang baik.
Umumnya pertumbuhan setiap tanaman tidak sama atau tidak sepenuhnya seragam. Program genetik fase pertumbuhan yang berbeda dapat diekspresikan pada berbagai sifat tanaman mencakup bentuk dan fungsi yang menghasilkan keragaman pertumbuhan. Cara adaptasi tanaman terhadap lingkungan juga dapat menyebabkan pertumbuhan yang berbeda, sehingga perlu adanya pengamatan mengenai perbedaan pertumbuhan antar varietas khususnya pada tanaman jeruk.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM INDRI KUSUMA NINGRUM |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | PERTUMBUHAN BIBIT;JERUK |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 22:22 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:11 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/23329 |
