TEKNIK PENGENDALIAN ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN PADA TANAMAN MELON (Cucumis melo L.) DI GREEN HOUSE PT. BENIH CITRA ASIA KABUPATEN JEMBER

Maulani Ainun Yulistiya (2020) TEKNIK PENGENDALIAN ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN PADA TANAMAN MELON (Cucumis melo L.) DI GREEN HOUSE PT. BENIH CITRA ASIA KABUPATEN JEMBER. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-19166-170311100002-LAPORAN PKL MAULANI AINUN170311100002 .pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-19166-170311100002-LAPORAN PKL MAULANI AINUN170311100002 .pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Praktik Kerja Lapang merupakan kegiatan mahasiwa yang dilaksanakan di instansi, lembaga atau perusahaan baik negeri maupun swasta dalam jangka waktu tertentu, atau berupa kegiatan lain yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada masing-masing program studi di fakultas pertanian. Kegiatan Praktik Kerja Lapang dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pemahaman terkait dengan teori dan pengetahuan yang diterimanya di dalam kelas, serta memperluas wawasan pada kegiatan nyata di program studi masing-masing. Hasil kegiatan tersebut selanjutnya di susun menjadi karya tulis ilmiah berupa laporan praktik kerja lapang (Arisandi et al., 2015)
Praktik Kerja Lapang (PKL) dilaksanakan selama 1 bulan dimulai tanggal 31 Desember 2019 sampai dengan 30 Januari 2020 bertempat di PT. Benih Citra Asia, Jl. Akmaludin 26 PO BOX 26 Jember 68175, Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember. Perusahaan ini bergerak dibidang perbenihan tanaman pangan (jagung) dan tanaman hortikultura, salah satunya yaitu tanaman melon.
Melon (Cucumis melo L.) merupakan salah satu tanaman buah dari famili Cucurbitaceae. Tanaman melon termasuk dalam divisio Spermatophyta karena termasuk dalam tumbuhan berbiji. Sub-divisio Angiospermae karena tanaman ini berbiji tertutup atau biji di dalam daun buah, kelas Dicotyledoneae karena memiliki dua daun lembaga, sub-kelas Sympetalae karena daun mahkota bunganya berlekatan. Buah melon merupakan komoditas holtikultura yang telah banyak dikembangkan di Indonesia, baik dalam skala kecil maupun agribisnis (Anindita 2009)
Kebutuhan melon dalam negeri setiap tahunnya cenderung terus meningkat sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk. Menurut Badan Pusat Statistik (2018) produksi melon pada tahun 2014, 2015, dan 2016 berturut-turut 150.356, 137.887, dan 117.344 ton. Salah satu kendala dalam produksi adalah ketersediaan benih. Sekitar 40% selebihnya kebutuhan melon dipenuhi melalui impor. Sehingga perusahaan benih Indonesia harus bekerja keras untuk mampu memproduksi benih melon dengan maksimal. Varietas yang dihasilkan harus unggul dan benihnya harus berkualitas, sehingga keberadaannya diharapkan dapat mensubstitusi benih impor (Zulfikri 2015). Salah satu cara meningkatkan produksi benih melon dapat dilakukan dengan memperbaiki teknik budidayanya yaitu dengan cara hidroponik.
Usaha untuk meningkatkan produksi buah melon telah banyak dilakukan yaitu dengan memperbaiki teknologi budidaya. Salah satunya dengan penyediaan bibit unggul yang mempunyai kualitas yang lebih baik seperti tanaman toleran terhadap hama dan penyakit serta memiliki produksi yang tinggi. Kenaikan produksi terutama dapat dicapai melalui tersedianya kultivar unggul baru (Andriyani 2006)

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
Maulani Ainun Yulistiya
Department Agroekoteknologi
Uncontrolled Keywords ORGANISME PENGGANGGU;MELON
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 22:22
Last Modified 24 Oct 2026 17:11
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/23324

Actions (login required)

View Item
View Item