TEKNIK PERBENIHAN MANGGA (Mangifera indica L.) DI IP2TP CUKURGONDANG PASURUAN JAWA TIMUR

Siti Faridah (2020) TEKNIK PERBENIHAN MANGGA (Mangifera indica L.) DI IP2TP CUKURGONDANG PASURUAN JAWA TIMUR. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-19164-170311100012-LAPORAN_PKL_SITI_FARIDAH_170311100012.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-19164-170311100012-LAPORAN_PKL_SITI_FARIDAH_170311100012.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Mangga yang berkembang di Indonesia berasal dari india pertama kali ditemukan oleh Alexander Agung di lembah Indus, India. Kata mangga sendiri berasal dari Bahasa Tamil, yaitu mangas atau man-kay. Mangga dalam Bahasa botani disebut Mangifera indica L yang berarti tanaman mangga berasal dari India. Tanaman mangga dari India menyebar ke berbagai negara sekiar abad ke-4 SM, yakni melalui pedagang India yang berkelana ke timur hingga ke Sumenanjung Malaysia. Mangga mulai ditanam di kepulauan Sulu dan Mindanau, Filipina pada tahun 1400 dan 1450, di pulau Lizon sekitar tahun 1600, dan di kepulauan Maluku pada taahun 1665 (Pracaya 2011).
Mangga merupakan salah satu komoditas unggulan nasional. Pengembangan buah-buahan di Indonesia bertujuan untuk membatasi import dan meningkatkan ekspor buah, khususnya ekspor buah tropika (Direktorat Perbanihan 2014 dan Karsinah 2015). Sejak tahun 2010 Dirjen Hortikultura juga telah memprogramkan pengembangan varietas unggul baru mangga merah, yaitu Garifta Merah, Garifta Orange, dan Garifta Kuning pada wilayah dengan agroklimat yang sesuai untuk mengembangankan mangga yang meliputi 11 provinsi di Indonesia. Mangga tersebut diharapkan akan menjadi komoditas andalan ekspor ke depan. IP2TP Cukurgondang telah dikenal oleh masyarakat Indonesia, terutama dikalangan pemulia tanaman yang terfokus pada tanaman buah tropika. Kebun ini sering mengadakan pameran buah tropika, khususnya pameran buah tropika yang merupakan icon dari IP2TP Cukurgondang. Kebun ini telah menghasilkan 18 varietas unggul mangga yang telah dilepas dan siap untuk di nikmati oleh masyarakat Indonesia dan mancanegara.
IP2TP Cukurgondang telah dikenal oleh masyarakat Indonesia, terutama dikalangan pemulia tanaman yang terfokus pada tanaman buah tropika. Kebun ini sering mengadakan pameran buah tropika, khususnya pameran buah tropika yang merupakan icon dari IP2TP Cukurgondang. Kebun ini telah menghasilkan 18 varietas unggul mangga yang telah dilepas dan siap untuk di nikmati oleh masyarakat Indonesia dan mancanegara.
IP2TP Cukurgondang Kecamatan Grati, Kabupaten pasuruan, Jawa Timur memiliki lahan seluas 13,02 ha dengan koleksi tanaman mangga sejumah 208 varietas (298 klon). Mengingat potensinya yang cukup besar, Direktorat Budidaya Tanaman Buah telah menetapkan pada tahun 2010 luas panen mangga bisa mencapai 291.246 ha dengan tingkat produktivitas 10,6 ton/ha dan tercapainya kuota ekspor sebesar 64.000 ton (BPTP Jatim 2006). Hingga saat ini koleksi plasma nutfah mangga di IP2TP Cukurgondang berjumlah 208 varietas (298 klon/aksesi) dengan jumlah tanaman 1148 pohon, yang berasal dari tanaman negeri dan hasil introduksi dari luar negeri. Dari kegiatan seleksi dan karakterisasi telah diperoleh beberapa varietas unggul yang telah dilepas dan beberapa klon harapan yang mempunyai prospek ekonomi yang cukup tinggi. Oleh sebab itu penempatan mahasiswa PKL di IP2TP Cukurgondang diharapkan dapat membantu mencapai tujuan diatas sserta dapat menambah kreativitas dan pengetahuan tentang teknik perbenihan mangga yang dilakukan di IP2TP Cukurgondang Pasuruan Jawa Timur.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
Siti Faridah
Department Agroekoteknologi
Uncontrolled Keywords PERBENIHAN;MANGGA
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 22:21
Last Modified 24 Oct 2026 17:11
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/23321

Actions (login required)

View Item
View Item