TRUNOJOYO-Tugas Akhir-28950-COVER.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (806kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-28950-CHAPTER 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (27kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-28950-CHAPTER 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (244kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-28950-CHAPTER 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (188kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-28950-CHAPTER 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (697kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-28950-CONCLUSION.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (15kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-28950-REFRENCES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (7kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-28950-APPENDICES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (952kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-28950-180421100059-Abstrak.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (63kB)
Abstract
Kualitas suatu produk merupakan salah satu faktor keunggulan dalam bersaing yang perlu diperhatikan oleh pelaku usaha. Sajidah konveksi yang memproduksi baju koko juga perlu memperhatikan kualitas produknya melihat banyaknya pelaku usaha yang bermunculan di daerahnya yaitu Gresik. Adanya produk yang mengalami cacat membuat perusahaan perlu melakukan pengendalian kualitas untuk tetap menjaga kualitas produknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya cacat tersebut, menganalisis seberapa besar resiko terjadinya cacat, dan memberikan usulan perbaikan untuk meminimalisir kecacatan pada produk baju koko. Metode yang digunakan yaitu metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) untuk mengidentifikasi mode kegagalan dan dampak yang diakibatkan. Cacat yang terjadi yaitu adanya noda pada kain, kesalahan obras, kesalahan bordir, dan jahitan yang kurang rapi, keempat jenis cacat tersebut memiliki level resiko tinggi berdasarkan nilai RPN masing-masing yaitu di atas nilai 120. Cacat adanya noda pada kain memiliki faktor kegagalan adanya benang yang menggumpal di area sil mesin jahit yang menjadi fokus utama perbaikan yaitu dengan melakukan pembersihan secara rutin setiap 4 jam dan memastikan tidak ada sisa benang yang tertinggal. Cacat adanya kesalahan saat mengobras memiliki faktor kegagalan adanya ujung jarum tumpul karena terlalu lama digunakan yang menjadi fokus utama perbaikan yaitu dengan melakukan pergantian jarum secara rutin tanpa terlambat setiap 2 hari sekali atau setelah digunakan selama 16 jam. Cacat adanya kesalahan saat membordir memiliki faktor kegagalan adanya kain yang bergeser saat proses berlangsung yang menjadi fokus utama perbaikan yaitu dengan membuat standar operasional prosedur (SOP) penggunaan mesin bordir terutama pada bagian pemasangan kain ada hoop. Cacat jahitan kurang rapi memiliki faktor kegagalan tarikan benang atas dan benang bawah tidak seimbang yang menjadi faktor utama perbaikan yaitu dengan memberikan pengarahan dan pelatihan bagaiman mengatur tegangan benang atas dan bawah serta melakukan percobaan terlebih dahulu untuk memastikan tegangan sudah sesuai.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM GADING FARAH ASHARI |
| Department | Industri |
| Uncontrolled Keywords | Pengendalian Kualitas; FMEA (Failure Mode and Effect Analysis); Unsur 5W+1H (What, When, Where, Why, Who, How). |
| Divisions | Fakultas Teknik > S1 - Teknik Industri |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 22:20 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:11 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/23311 |
