TEKNIK PEMBUATAN DAN APLIKASI PESTISIDA NABATI TERHADAP TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum L.) DI BALAI BESAR PELATIHAN PERTANIAN KETINDAN MALANG JAWA TIMUR

NIKMATUS SOLEHA (2020) TEKNIK PEMBUATAN DAN APLIKASI PESTISIDA NABATI TERHADAP TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum L.) DI BALAI BESAR PELATIHAN PERTANIAN KETINDAN MALANG JAWA TIMUR. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-19157-170311100051-PKL_Nikmatus Soleha_170311100051_BBPP KETINDAN_TOMAT.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-19157-170311100051-PKL_Nikmatus Soleha_170311100051_BBPP KETINDAN_TOMAT.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (805kB)

Abstract

Bidang pertanian tidak pernah lepas dari hama dan penyakit yang
menyerang tanaman produksi. Hama dan penyakit yang menyerang tanaman
dapat menurunkan kualitas dan kuantitas dari hasil produksi petani. Hal ini dapat
merugikan petani. Maka diperlukan adanya pengendalian hama untuk
menurunkan populasi hama. Mula-mula manusia membunuh hama secara
sederhana yaitu dengan cara fisik dan mekanik sebagai bentuk reaksi pertahanan
alami manusia. Namun dengan semakin luasnya daerah pertanian dan
pertambahannya penduduk dunia cara-cara sederhana tersebut tak mampu
membendung peningkatan populasi dan keganasan hama. Berkembangnya ilmu
dan teknologi, kemudian diikuti dengan pengembangan cara-cara pengendalian
hama yang lebih efektif dibandingkan dengan metode fisik mekanik (Adiba
2015). Pengendalian Hama Terpadu (PHT) digunakan sebagai metode
pengendalian hama yang efektif. Akan tetapi kebanyakan petani menggunakan
pestisida untuk mengendalikan hama, karena dapat membasmi hama yang ada.
Penggunaan pestisida dibidang pertanian sangat membantu petani dalam
meningkatkan hasil produksi pertanian. Pestisida sangat efektif digunakan untuk
membasmi hama yang menyerang tanaman. Penggunaan pestisida kimia dapat
menimbulkan dampak positif serta dampak negatif. Pestisida dapat menimbulkan
dampak negatif bila tidak dikelola dengan baik. Dampak negatif dari penggunaan
pestisida yaitu keracunan, khususnya para petani yang sering atau intensif
menggunakan pestisida (Adiba 2015). Adanya dampak negatif dari penggunaan
pestisida kimia mendorong masyarakat untuk memanfaatkan bahan-bahan alami
yang ramah lingkungan sebagai bahan pembuatan pestisida. Pestisida nabati
adalah pestisida yang berasal dari bahan-bahan alam yang memiliki daya racun
terhadap serangga non target yang rendah.
Penggunaan pestisida yang tidak memenuhi aturan akan mengakibatkan
banyak dampak, diantaranya dampak kesehatan bagi manusia yaitu meningkatnya
risiko keguguran, kemandulan dan pada ibu hamil dapat menyebabkan bayi cacat
lahir. Paparan pestisida pada anak, dapat menurunkan stamina tubuh, menurunkan tingkat kecerdasan dan konsentrasinya. Racun kimia yang terbuat dari klorine
dapat menyebabkan kanker payudara (Silowati 2015). Pentingnya pengembangan
pestisida nabati memiliki beberapa kelebihan antara lain ramah lingkungan, murah
dan mudah didapat, tidak meracuni tanaman, tidak menimbulkan resistensi hama,
mengandung unsur hara yang diperlukan tanaman, kompatibel digabung dengan
pengendalian lain dan menghasilkan produk pertanian yang bebas residu pestisida.
Walaupun demikian, pestisida nabati juga memiliki beberapa kelemahan yaitu :
daya kerjanya relatif lambat, tidak membunuh hama target secara langsung, tidak
tahan terhadap sinar matahari, kurang praktis, tidak tahan lama disimpan dan
kadang-kadang harus disemprot berulang-ulang (Irfan 2016).
Tomat merupakan tanaman sayur yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat
di seluruh dunia. Tomat banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan
masakan, bahan baku industri dan juga untuk dimakan dalam keadaan segar (Diki,
Elis dan Zulfahri 2013). Buah tomat juga mengandung zat-zat yang berguna bagi
tubuh manusia. Zat-zat yang terkandung antara lain mineral, air serta berbagai
vitamin seperti vitamin C, vitamin Aserta vitamin B1 (Damanhuri et al. 2016).
Dalam rangka memperoleh pengetahuan dan pengalaman mengenai teknik
pembuatan pestisida nabati dan pengaplikasiannya pada tanaman tomat, maka
dilakukan Praktik Kerja Lapang di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP)
Ketindan, Malang. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan merupakan
salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Penyuluhan dan Pengembangan
Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian. BBPP
Ketindan mempunyai tugas pokok melaksanakan dan mengembangkan pelatihan
teknis, fungsional dan kewirausahaan di bidang pertanian bagi aparatur dan non
aparatur pertanian. BBPP Ketindan diharapkan mampu menjawab tantangan di era
Globalisasi untuk meningkatkan kualitas SDM Pertanian yang tangguh serta
profesional.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
NIKMATUS SOLEHA
Department Agroekoteknologi
Uncontrolled Keywords PESTISIDA NABATI;TOMAT
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 22:16
Last Modified 24 Oct 2026 17:11
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/23298

Actions (login required)

View Item
View Item