TEKNIK PEMIJAHAN ALAMI DAN BUATAN PADA IKAN LELE SANGKURIANG (CLARIAS GARIEPINUS)

HABIR (2023) TEKNIK PEMIJAHAN ALAMI DAN BUATAN PADA IKAN LELE SANGKURIANG (CLARIAS GARIEPINUS). S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-28946-200351100057-Habir_200351100057_Laporan Pkl.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-28946-200351100057-Habir_200351100057_Laporan Pkl.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Ikan lele (clarias sp) merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang
memiliki nilai ekonomi tinggi. Ikan ini sudah banyak dibudidayakan secara
komersial oleh masyarakat Indonesia, terutama di pulau jawa. Budidaya lele
berkembang pesat dikarenakan dapat dibudidayakan dilahan dan sumber air
yang terbatas dengan padat tebar tinggi, teknik budidaya mudah dikuasai oleh
masyarakat, pemasaran mudah, dan modal usaha yang relatif rendah. Pada
mulanya jenis lele yang berkembang hanya terbatas pada lele lokal yang
merupakan lele asli perairan indonesia (Suryanto, 1986).
Usaha budidaya ikan lele semakin berkembang dengan masuknya jenis
lele baru yaitu lele dombo (clarias gariepinus) ke Indonesia pada tahun 1985.
Keunggulan lele dombo di bandingkan lele lokal antara lain pertumbuhannya
lebih cepat, jumlah telur yang lebih banyak dan lebih tahan terhadap penyakit.
Pada awal masuk ke Indonesia, pembudidayaan lele menghasilkan ukuran
konsumsi dalam waktu 70 hari dari ukuran benih 3-5 cm, namun dengan pola
budidaya yang pesat tanpa didukung pengeolaan induk yang baik menyebabkan
lele dombo mengalami seleksi induk yang salah atas penggunaan induk yang
berkuaitas rendah sehingga ukuran konsumsi baru dapat di capai setelah
pemeliharaan lebih dari 100 hari (Khairumam dan Amri, K, 2008).
Penurunan kualitas juga dapat diamati dari karakter umum yaitu matang
gonad, derajat penetasan telur, pertumbuhan harian daya tahan terhadap penyakit
dan nilai FCR (Feending Convertion Rate). Sebagai upaya perbaikan mutu lele
dombo, BBPBAT Sukabumi telah berhasil melakukan rekayasa genitic untuk
menghasilkan lele dombo kembali strain baru yang di beri nama lele
‘’Sangkuriang’’. Balai besar pengembangan Budidaya air tawar (BBPBAT)
Sukabumi merupakan balai yang pertama kalinya merilis lele sangkuriang, dan
sampai sekarang memproduksi dan menyediakan Induk lele sangkuriang.
Lele sangkuriang merupakan salah satu komunitas ekonomis yang
sedang dikembangkan oleh masyrakat, yang memiliki berbagai keunggulan
dibandingkan dengan lele lokal sehingga saat ini banyak petani yang ingin memeliharanya. Lele merupakan salah satu jenis ikan yang memiiki daging yang
sangat lezat, mudah di cerna dan bergizi, selain itu dapat tumbuh dengan cepat dan mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi dengan keunggulan-
keunggulan tersebut lele telah menjadi komuniti yang sangat populer dan dapat mendatangkan keuntungan yang besar (Susanto, 2002). Peningkatan produksi
benih ikan lele dapat dilakukan pemijahan secara alami dan buatan. Kelebihan
pemijahan buatan daya tetas telur dan tingkat heidupan benih ikan lele.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
HABIR
Department Manajemen Sumberdaya Perairan
Uncontrolled Keywords IKAN LELE
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 22:15
Last Modified 24 Oct 2026 17:11
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/23296

Actions (login required)

View Item
View Item