PENINGKATAN KUALITAS FISIK GARAM DENGAN CARA PENCUCIAN

WAFIYUDIN SYAHRI MUBAROK (2020) PENINGKATAN KUALITAS FISIK GARAM DENGAN CARA PENCUCIAN. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-19155-170341100006-PKL_Wafiyudin S.M_170341100006 _2020.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-19155-170341100006-PKL_Wafiyudin S.M_170341100006 _2020.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Potensi alam indonesia terutama pada sektor kelautan dan perikanan cukup melimpah dengan melihat panjang garis pantai diseluruh wilayah. Salah satu potensi pada sektor kelautan dan perikanan adalah garam. Garam menjadi kebutuhan pokok yang tidak kalah penting dengan bahan pokok lainnya. Fungsi dari garam sendiri yaitu sebagai bahan pangan, selain itu garam juga sebagai bahan baku dalam industri. Dari tahun ke tahun kebutuhan garam semakin meningkat. Berdasarkan data kementrian kelautan dan perikanan (KKP, 2015), produksi garam nasional mencapai 2,84 juta ton. Produksi garam rakyat sebanyak 2,5 juta ton yang digunakan untuk kebutuhan garam konsumsi dan sisanya adalah garam industri (Gemati et al.2013)
Garam krosok merupakan hasil dari proses evaporasi air laut yang bahan baku utamanya adalah air laut. Garam dapat dibedakan menjadi dua yaitu garam konsumsi dan garam industri. Garam konsumsi memiliki kadar dengan syarat minimal NaCl 94% sedangkan untuk garam diet kandungan NaClnya maksimal 60%. Pada garam industri harus memnuhi syarat kebutuhan perbidang industri. Data SNI 01-3556-2010 Syarat minimal NaCl garam industri yaitu 97%. Kualitas garam industri yang dibutuhkan bermacam-macam seperti industri kimia yang memerlukan garam dengan kandungan NaCl minimal 96%. Peningkatan kualitas garam petani sangat dibutuhkan sebagai penunjang garam nasional dan dampak kepada petani lebih terjamin. Permasalahan yang terjadi kualitas garam petani yang dihasilkan masih jauh dari standart yang ditentukan. Masalah tersebut antara lain faktor teknik produksi dan peralatan yang digunakan masih tradisional dan tergantung pada cuaca. Produksi garam sampai saat ini sebagian besar dikelola secara individual oleh petani garam dengan hasil yang bisa mencapai target garam industry (Kurniawan et al.2019).
Permasalahan yang menjangkit pada kualitas garam perlu adanya dukungan dan peningkatan kualitas garam agar meningkatkan kesejahteraan petani garam. Garam yang dihasilkan oleh petani masih tergolong rendah dan sulit untuk menembus standar garam industri karena enggannya petani garam untuk memperbaiki dan meningkatakan kualitas produksi garam. Selain itu, harga garam di pasar yang masih naik turun juga semakin sulit untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas garam yang terkendala biaya produksi, itulah yang menjadi faktor keengganan petani dalam memperbaiki produksi dan meningkatkan kualitas garam pada umumnya (Martina & Witono. 2015).
Garam yang dicuci akan menghilangkan salah satu pengotor yaitu Mg. pencucian pada garam selain meningkatkan kualitas secara fisik kandungan NaCl pun naik hal ini dikarenakan proses pencucian yang dapat mengurangi pengotor pada garam. Daerah lamongan merupakan salah satu daerah penghasil garam di jawa timur. Tambak garam CV. Prisma Lamongan adalah salah satu tambak garam yang menggunakan teknologi prisma garam dan tempat pencucian garam. CV. Prisma lamongan dapat menjadi salah satu tujuan tempat dalam kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
WAFIYUDIN SYAHRI MUBAROK
Department Kelautan
Uncontrolled Keywords KUALITAS GARAM;PENCUCIAN
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 22:14
Last Modified 24 Oct 2026 17:11
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/23292

Actions (login required)

View Item
View Item