TRUNOJOYO-KP-19153-170341100027-PKL_Fitriya Nurasizah_170341100027_2020.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia dengan garis pantai terpanjang ke 4 di dunia yaitu 95.181 km. Potensi sektor kelautan dan perikanan memiliki nilai yang tinggi, salah satunya yang dapat digali yaitu garam. Garam merupakan komoditas strategis karena garam merupakan kebutuhan pokok yang dikonsumsi manusia dan juga dijadikan sebagai bahan pokok industri. Garam dibedakan menjadi 3 berdasarkan kegunaannya yaitu sebagai garam konsumsi, garam untuk pengasinan atau aneka pangan, dan garam untuk industri. Produksi garam dalam negeri belum dapat memenuhi kebutuhan pokok garam. Bila dilihat dari potensi yang dimilki Indonesia, seharusnya Indonesia dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Oleh karena itu Indonesia sampai sekarang masih menggunakan garam impor untuk memenuhi kebutuhan pokok garam ( Wiraningtyas 2019).
Pembuatan garam rakyat dilakukan dengan cara pengambilan air langsung dari laut dengan cara menguapkan air laut hingga menjadi Kristal garam pada meja garam. Metode penguapan alami ini sangat mengandalkan sinar matahari pada proses penguapannya. Pembutan garam ini dimulai dari pengambilan air laut hingga proses panen garam berjalan kurang lebih selama 1 bulan (Soemargono 2018).
Pemerintah menargetkan adanya peningkatan dalam produksi garam setiap tahun, hal ini dilakukan untuk mengurangi kegiatan impor garam yang masih dilakukan sampai sekarang. Dalam mengatasi hal tersebut perlu dilakukannya peningkatan produksi garam. Pada tahun 2016, tambak garam di Lamongan menghasilkan 60-80 ton per hektar, saat ini dengan adanya inovasi dalam teknologi produksi garam membuat produksi garam cepat dan menghasilkan lebih banyak garam (Joesidawati 2019).
Media pada pembuatan lahan garam di Indonesia masih banyak yang menggunakan tanah sebagai media alasnya. Diketahui bahwa tekstur tanah menjadi suplai pengotor dengan kandungan misalnya Mg, Ca, SO4 dan pengotor lainnya yang dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas garam. Oleh karena itu,dibutuhkan adanya teknologi untuk memperbaiki kualitas garam yang dihasilkan dan meningkatkan produksi garam (Arwiyah 2015).
Penerapan teknologi geomembran diharapkan dapat meningkatkan produksi garam dan kualitas garam yang dihasilkan . Geomembran yang digunakan dengan bahan HDPE diharapkan dapat lebih cepat menyerap panas matahari dan mempersingkat waktu kristalisasi. Garam yang dihasilkan akan lebiha putih dan bersih karena tidak bersentuhan langsung dengan tanah (Arwiyah 2015). Berangkat dari hal tersebut, pelaksanaan Praktik Kerja Lapang ini dilakukan untuk mengetahui proses produksi garam menggunakan media geomembran.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM FITRIYA NURASIZAH |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | PEMBUATAN GARAM;MEDIA GEOMEMBRAN |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 22:14 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:11 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/23289 |
