TRUNOJOYO-KP-19152-170341100021-170341100021-compressed.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (16MB)
Abstract
Ikan mengandung protein hewani dan air yang cukup tinggi. Ikan dan
produk perikanan lainnya dapat dengan mudah dijumpai di pasar tradisional
maupun supermarket karena harganya yang relatif murah. Namun, beberapa jenis
ikan memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi seperti ikan salmon (Salmonidae)
(Murrniyati dan Sunarman, 2000). Sayangnya ikan salmon tidak ada di perairan
Indonesia, bahkan ikan salmon masih sulit di budidayakan karena tingkah laku
migrasinya dan lingkungan tempat tinggalnya yang belum sesuai dengan perairan
laut Indonesia sehingga ikan salmon harus diimpor dari negara produsen untuk
kemudian diolah kembali menjadi produk perikanan sehingga dapat diekspor
kembali ke negara lain (Umar dan Sulaiman, 2013).
Ikan salmon mengandung protein kualitas tinggi dan omega 3 yang dapat
menurunkan kolesterol. Ikan salmon juga bermanfaat dalam penyusunan lemak
struktural otak, membantu perkembangan sungsi saraf dan penglihatan bayi, serta
menghambat beberapa jenis kanker dan menekan resiko penyakit pembuluh darah
atau jantung koroner (Legowo, 2004). Salah satu kelemahan dari produk
perikanan yang diimpor seperti ikan salmon ini adalah mudahnya ikan dalam
mengalami penurunan mutu meski dilakukan pengawetan dengan cara pembekuan
sehingga mempengaruhi terjadinya pembusukan karena berbagai aktivitas enzim,
kimiawi, dan bakteri pembusuk (Murniyati dan Sunarman, 2000).
Salah satu bakteri yang dapat menginfeksi ikan salmon adalah bakteri
Aeromonas salmonicida. Bakteri ini bersifat psikrofil, non motil dan dapat
menyebabkan penyakit furunkulosis pada ikan salmon dan trout. Infeksi
Aeromonas salmonicida dapat mengakibatkan peradangan dan hemoragik
(pendarahan) pada ginjal, jaringan otot punggung, dan usus. Selain itu, bakteri ini
juga dapat menyebabkan pembuluh darah di dekat kulit pecah sehingga
permukaan tubuh ikan akan berwarna kemerahan (Irianto et al. 2006). Apabila
tidak dilakukan penanganan atau ditemukan solusi untuk permasalahan ini maka
konsumen akan mengalami gangguan kesehatan dalam jangka lama.
Berdasarkan Keputusan Menteri No.91/Kepmen.KP/2018 tentang
Penetapan Jenis-Jenis Penyakit Ikan Karantina, Golongan dan Media Pembawa,
Aeromonas salmonicida termasuk ke dalam jenis penyakit ikan karantina
golongan II dengan media pembawa salah satunya adalah ikan salmon
(Salmonidae) sehingga perlu dilakukan pengujian utuk mengetahui ada atau
tidaknya bakteri tersebut pada ikan salmon di Balai KIPM Jakarta II.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM PUTRI KURNIA DEWI |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | PENGUJIAN BAKTERI;IKAN SALMON;PCR KONVENSIONAL |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 22:14 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:11 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/23287 |
