TRUNOJOYO-KP-19151-170341100001-LAPORAN PKL_AKNES FRADA MUSTIKA DINI_170341100001_ILMU KELAUTAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Plankton adalah organisme yang hidupnya melayang-layang dalam air dengan kemampuan yang sangat terbatas dan selalu terbawa hanyut oleh arus. Plankton dibagi menjadi dua golongan yaitu fitoplankton dan zooplankton. Fitoplankton adalah organisme yang berupa tumbuhan laut yang hidupnya bebas melayang dan hanyut dalam laut serta mempunyai klorofil yang dapat digunakan untuk berfotosintesis. Zooplankton adalah organisme yang terdiri dari meroplankton dan holoplankton(Handayani dan Tobing 2008).
Plankton mempunyai peranan yang penting keberadaannya dalam dunia perikanan terutama peran dari fitoplankton. Fitoplankton mempunyai peran untuk menentukan kualitas suatu perairan karena fitoplankton adalah bagain dalam rantai makanan dalam jaring-jaring makanan di suatu perairan. Kelimpahan dari plankton dapat digunakan sebagai indikator dari kesuburan suatu perairan. Peran dari fitoplankton sendiri dalam dunia perikanan adalah untuk sistem rantai makanan menuju ke produksi lain atau konsumen lainnya. Plankton sangat dibutuhkan untuk mengetahui kualitas perairan tersebut tercemar atau tidak tercemar. Kualitas perairan digunakan sebagai pengembangan kepadatan plankton dalam kolam pembesaran udang vannamei (Adjie et al. 2003).
Udang vannamei adalah salah satu spesies yang sudah diproduksi di Indonesia. Udang vannamei digunakan sebagai pengganti dari udang wind yang mengalami kepunahan karena susahnya produksi dari udang windu yang diakibatkan adanya faktor alami yang berupa perubahan lingkungan sebaagai akibat dari tingginya produkis budidaya. Penurunan dari udang windu mengakibatkan banyaknya tuntutan pada produksi udang vannamei. Udang vannamei dibudidayakan dengan menggunakan kolam dengan umur dari udang yang berbeda dikarenakan sebagai proses pertumbuhannya (Kalesaran 2010).
Peningkatan dari adanya budidaya udang vannamei sebanding dengan adanya peningkatan permintaan pakan udang. Teknologi yang dikembangkan untuk memperbanyak pakan alami untuk udang vannamei adalah plankton yang merupakan makanan alami larva organisme perairan. Produsen utama yang ada diperairan adalah fitoplankton sedangkan organisme konsumen adalah zooplankton, larva, udang, ikan, dan organisme laut lainnya (Madinawati 2010).
Plankton sangat penting untuk budidaya udang terutama pada sistem ototrofik yang memanfaatkan fitoplankton untuk menghasilkan oksigen pada proses fotosintesis setia hari terutama sang hari (Edhy et al. 2010). Fitoplankton yang tidak melimpah akan mengalami perlambatan laju pertumbuhan yang terjadi pada organisme laut lainnya. Banyak sedkitnya plankton dapatdigunakan untuk menyetarakan laju pertumuhan pada udang yang dapat berkemvang secara baik (Qiptiyah et al. 2008). Kelimpahan dan keanekaragaman plankton diamati di UKBAL Sundak dikarenakan untuk mengetahui kebutuhan organisme yang dibudidayakan danmengetahui kebutuhan pakan yang digunakan untuk organisme tersebut.
Unit Kerja Budidaya Air Laut (UKBAL) Sundak yaitu suatu balai budidaya yang digunakan sebagao tempat untuk budidaya ikan bandeng. UKBAL memanfaatkan pakan alami berupa plankton untuk budidaya bandeng. Bandeng yang dibudidaya di UKBAL Sundak berupa indukan bandeng yang kemudian akan dikembangbiakkan agar menjadi banyak. UKBAL juga memproduksi udang vannamei yang pakannya memanfaatkan plankton, selain itu di UKBAL juga memperbanyak plankton yaitu Nannochloropsis, Artemia, dan Rotifer yang akan digunakan sebagai pakan alami.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM AKNES FRADA MUSTIKA DINI |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | PLANKTON;KOLAM;UDANG VANNAMEI |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 22:14 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:11 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/23286 |
