TRUNOJOYO-KP-19149-170341100008-Sari rahmawati Putri_fix acc-digabungkan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Pantai Bangsring adalah wilayah konservasi yang memiliki gugusan karang
indah,biota laut yang melimpah dan fish apartement yang menawan. Pantai
Bangsring mempunyai ekosistem terumbu karang dengan potensi pemanfaatan
yang cukup beragam. Nelayan sekitar menggantungkan hidupnya terhadap
perikanan terumbu karang. Ekosistem terumbu karang memberikan rumah bagi
biota laut yang beraneka ragam. Ekosistem terumbu karang juga menjadi bagian
hidup bagi masyarakat di sekitar pantai bangsring yang umumnya adalah nelayan.
Besarnya potensi sumberdaya alam pada kawasan Pantai Bangsring telah
memberikan keuntungan ekonomis bagi masyarakat karena wisata ini mampu
menyajikan program marine education yang mengajak generasi muda untuk
mencintai laut dan isinya ( Asadi dan Anthon 2017).
Pantai Bangsring memiliki ekosistem terumbu karang dengan potensi
pemanfaatan yang cukup baik dan beragam. Pantai Bangsring memiliki daya pikat
masyarakat sebagai referensi untuk melakukan penelitian valuasi karena dapat di
kelola secara swadaya oleh masyarakat dimana Pantai Bangsring telah mengalami
perbaikan yang signifikan sehingga dapat dijadikan percontohan atau perwakilan
kawasan pesisir di banyuwangi. Pantai Bangsring memiliki ekosistem terumbu
karang yang masih berada pada kondisi sehat dapat mendukung perekonomian
masyarakat lokal dan menghasilkan milyart rupiah pertahunya, sehingga
pengelolaan kawasan Pantai Bangsring yang berkelanjuatan sangat di butuhkan
untuk menjaga kelestarian sumberdaya terumbu karang yang terdapat pada kawasan
Pantai Bangsring (Kamali et.al 2016).
Terumbu karang merupakan salah satu dari beberapa sumberdaya alam yang
ada di luat yang kaya akan keaneka ragaman hayati dan banyak memiliki manfaat
yang besar disektor perikanan dan kelautan. Ekosistem terumbu karang menyimpan
daya tarik tersendiri untuk para biota dan tanaman untuk tinggal. Jenis terumbu
karang ada sekitar 350 jenis karang batu lebih 2.000 jenis ikan, 1.500 jenis
moluska,10 jenis tripang ekonomis dan 555 jenis alga yang hidup di ekosistem ini. Terumbu karang merupakan ekosistem yang masuk dalam filum cnidaria,kelas
anthozoa, ordo scleratinia dan memiliki 15 famili. Faktor-faktor fisika dan ekologi
yang menjadi pembatas kehidupan terumbu karang yaitu, suhu, salinitas, cahaya,
sedimentasi, gelombang dan kedalaman. Faktor ekologi yaitu persaingan,
pemangsaan dan grazing. Ekosistem terumbu karang merupakan sumber nutrisi
untuk kehidupan biota yang ada di laut. Manfaat lainya yang dimiliki terumbu
karang yaitu sebagai penahan gelombang, sumber benih budidaya serta memiliki
potensi untuk pengemabangan wisata bahari ( Muqsit et.al 2016 ). Brangkat dari
hal ini Praktek Kerja Lapang (PKL) dilakukan untuk melihat persentase tutupan
terumbu karang di Pantai Bangsring Banyuwangi dengan menggunakan metode
LIT. Pentingnya mempelajari identifikasi jenis persentase bentuk tutupan terumbu
karang di Pantai Bangsring penting karena dapat mengetahui kondisi terumbu
karang yang masih hidup dan trumbu karang yang mati di Perairan Bangsing
Banyuwangi.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SARI RAHMAWATI PUTRI |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | TERUMBU KARANG |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 22:13 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:11 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/23283 |
