TRUNOJOYO-KP-19142-170341100057-LAPORAN PKL_Tsania Wirdatun Nahlah_170341100057.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (7MB)
Abstract
Keberadaan Udang Vannamei (Litopanaeus vannamei) di Indonesia sangat melimpah, bahkan sejauh ini dinilai hampir berhasil menggantikan kelimpahan Udang Windu (Penaeus monodon). Udang Vannamei (Litopanaeus vannamei) merupakan udang asli perairan Amerika Latin yang masuk ke dalam famili Penaidae. Udang Vannamei sangat banyak kelimpahannya dan banyak dijumpai pada perairan dangkal maupun perairan dalam. Udang Vannamei (Litopanaeus vannamei) memiliki keunggulan seperti tahan terhadap penyakit, mempunyai tingkat pertumbuhan yang relative cepat, dan tingkat pemeliharaan yang tinggi. Udang Vannamei (Litopanaeus vannamei) telah diperkenalkan pada masyarakat pada tahun 2001 setelah menurunnya produksi udang windu (Subyakto et.al, 2009).
Udang Vannamei (Litopanaeus vannamei) merupakan komoditas yang bernilai ekonomis sebagai salah satu hasil perikanan utama Indonesia. Udang Vannamei (Litopanaeus vannamei) mempunyai banyak keunggulan daripada udang jenis lainnya, salah satunya yaitu lebih resisten terhadap serangan penyakit yang dapat disebebkan oleh virus. Saat ini Udang Vannamei (Litopanaeus vannamei) banyak ditemukan telah terkontaminasi oleh virus. Permasalahan ini sangat mempengaruhi jumlah kelimpahan Udang Vannamei (Litopanaeus vannamei) diperairan. Salah satu virus yang sering didapatkan dan menginfeksi Udang Vannamei (Litopanaeus vannamei) yaitu virus WSSV (White Spot Syndrome Virus) (Rahma et.al, 2014).
Virus WSSV (White Spot Syndrome Virus) merupakan virus Virus WSSV (White Spot Syndrome Virus) merupakan virus yang menyerang sistem organ dari krustacea yang menyebabkan bercak putih pada permukaan eksternal udang sehingga menyebaabkan kerugian berupa kematian yang tinggi mencapai 100 %. Virus ini disebabkan oleh fitoplankton yang mati secara massal, yang kemudian menyebabkan air tambak atau perairan tiba – tiba berubah warna dan kekentalan air meningkat (Fajri, 2017). Udang Vannamei (Litopanaeus vannamei) yang terinfeksi virus tersebut akan mengalami kematian dan kulit luar pada tubuhnya terdapat spot putih atau bercak putih.
Praktik Kerja Lapang (PKL) mengenai uji virus WSSV (White Spot Syndrome Virus) pada Udang Vannamei (Litopanaeus vannamei) ini bertujuan untuk mengetahui adanya parasit atau virus yang terdapat pada udang tersebut. Hal tersebut bertujuan untuk meminimalisir adanya penyakit pada udang dalam kegiatan ekspor dan impor. Udang Vannamei (Litopanaeus vannamei) masih sangat rentan terhadap penyakit, kemungkinan disebabkan oleh penyebaran penyakit dihabitat hidupnya. Uji pengamatan virus pada Udang Vannamei (Litopanaeus vannamei) untuuk mengetahui keamanan udang tersebut sebelum dikonsumsi.
Kegiatan karantina ikan dilakukan di Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) dengan tujuan untuk melindungi sumberdaya hasil perikanan dari hama dan penyakit ikan. Karantina ikan penting dilakukan untuk mencegah adanya penyakit yang timbul akibat mengkonsumsi ikan (Balai Karantina Ikan, 2011). Penelitian pada Praktek Kerja Lapang (PKL) ini memilih lokasi Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) II Jakarta untuk dilaksanakannya pengujian virus pada Udang Vannamei (Litopanaeus vannamei). Hal tersebut dikarenakan laboratorium pada BKIPM II Jakarta memiliki fasilitas yang lengkap serta metode yang digunakan untuk pengujian tidak membutuhkan waktu yang lama.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Tsania Wirdatun Nahlah |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | VIRUS WSSV;UDANG VANNAMEI;METODE PCR KONVENSIONAL |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 22:10 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:11 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/23265 |
