TRUNOJOYO-KP-19141-170341100029-PKL_ZAFA ROGA NORMA SARI_170341100029_2020.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Indonesia secara geografis terletak di antara Benua Asia dan Benua Australia
serta di antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Berada pada pertemuan
tiga lempeng tektonik utama dunia yaitu Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik serta
tatanan geologi yang menyebabkan Indonesia menyimpan potensi yang besar
terhadap fenomena gempa bumi yang rentan terhadap terjadinya bencana tsunami.
Indonesia sebagai salah satu negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki
banyak pulau dan garis pantai yang panjang sehingga sebagian wilayah di
Indonesia merupakan kawasan pesisir yang dapat mengalami kerusakan yang
cukup parah akibat adanya berbagai fenomena alam yang secara geografis
memiliki kekhasan tersendiri (Purwanto et al, 2017).
Tsunami adalah perpindahan massa air dari lautan dalam yang mempunyai
kecepatan tinggi dan tinggi gelombang yang rendah, tetapi ketika mencapai
perairan dangkal, kecepatan gelombangnya mulai menurun dan ketinggian
gelombangnya meningkat (Pramana 2015). Gelombang tsunami di tengah lautan
luas tidak terasa bahkan tidak teramati namun dapat dirasakan sebelumnya.
Gelombang tsunami yang besar dapat menjangkau wilayah pesisir yang cukup
luas dan dapat menyebabkan kerusakan yang cukup besar baik material maupun
non material.
Sulitnya memprediksi kapan terjadinya bencana tsunami dapat dikarenakan
teknologi yang dimiliki manusia masih belum mampu. Oleh karena itu sudah
selayaknya wilayah di Indonesia khususnya wilayah pesisir terdapat adanya
perencanaan berbasis mitigasi bencana dengan kesiapsiagaan terhadap bencana
tsunami sedini mungkin. Mitigasi bencana merupakan langkah untuk mengurangi
kerugian akibat kemungkinannya terjadi bencana baik korban jiwa atau harta
benda yang akan berpengaruh pada kehidupan dan kegiatan manusia (Purwanto et
al, 2017).
Wilayah pesisir selatan Jawa merupakan wilayah yang memiliki potensi
tinggi terhadap bencana tsunami. Hal tersebut diakibatkan adanya jalur subduksi
di dasar Samudera Hindia yang membentang sepanjang laut selatan Jawa yang
merupakan rangkaian ring of fire. Penelitian tentang mitigasi bencana tsunami telah banyak dilakukan antara lain oleh Mardiyanto et al, (2013), Widyawati et al,
(2013), Kultsum et al, (2016). Upaya yang perlu dilakukan untuk meminimalisasi
dampak akibat tsunami yaitu meningkatkan kewaspadaan, persiapan dan
kesiagaan seluruh stakeholder melalui mitigasi bencana yang salah satunya adalah
dengan membuat zonasi kawasan rentan bencana tsunami wilayah pesisir di
Kabupaten Bantul Yogyakarta
Kabupaten Bantul merupakan salah satu kabupaten yang terdapat di Provinsi
Yogyakarta. Pantai-pantai di kawasan Kabupaten Bantul merupakan tempat
pariwisata dan cenderung memiliki ombak besar. Praktik Kerja Lapang ini
menekankan pada identifikasi tingkat kerentanan wilayah terhadap bencana
tsunami berdasarkan faktor kerentanan lingkungan karena peta kerentanan dapat
menunjukkan lokasi yang tepat dimana masyarakat dan lingkungan berpotensial
terkena bencana tsunami yang dapat menyebabkan kematian, luka-luka, polusi
atau kerusakan lainnya.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Zafa Roga Norma Sari |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | TINGKAT KERENTANAN;TSUNAMI |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 22:09 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:11 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/23264 |
