TRUNOJOYO-KP-19140-170341100044-PKL_Tri Mei W_170341100044_2020.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Indonesia merupakan negara maritim karena memiliki wilayah laut yang
luas. Wilayah laut di Indonesia memiliki posisi yang strategis karena letaknya di
wilayah khatulistiwa yang diapit oleh dua Benua yaitu Benua Asia dan Australia
dan juga terletak diantara dua Samudera besar yaitu Samudera Hindia dan Pasifik.
Indonesia memilki wilayah laut yang cukup luas yaitu kurang lebih 6 juta km2
.
Wilayah laut terdiri dari berbagai ekosistem yang dapat dimanfaatkan oleh
masyarakat. Perairan pesisir dan berupa pantai dan estuaria merupakan wilayah
yang paling sering dimanfaatkan oleh masyarakat dalam memenuhi ekonomi
sehari-hari. Pantai adalah pertemuan laut dan daratan sehingga terdapat energi
yang bekerja. Eenergi tersebut beruapa erosif dari badai, gelombang, angin,
pasang surut dan arus. Pasang surut memilki sifat resorfatif (Surinati,2007 )
Pasang surut adalah suatu fenomena pergerakan dari naik turunnya air laut
dengan berkala. Pasang surut disebabkan oleh gaya gravitasi benda-benda
astronomi terutama bulan, dan matahari. Pasang surut terjadi akibat dari resultan
gaya sentrifugal dengan gaya gravitasi dari bulan dan matahari. Gaya sentrifugal
adalah suatu gaya yang diakibatkan dari gerakan revolusi bulan mengelilingi bumi
yang mempunyai titik-titik di permukaan bumi yang sama besar. Gravitasi dari
benda-benda astronomi terutama bulan dan matahari sangat dipengaruhi oleh
faktor jarak dengan bumi. Semakin dekat benda astronomi dengan bumi maka
akan semakin besar pengaruh dari gaya gravitasi tersebut terhadap pasang surut.
Resultan dari gaya gravitasi dan sentrifugal merupakan faktor utama dari
terjadinya pasang surut (Effendi et.al,2017)
Pasang surut dapat dipetakan dan dengan cara melalui pengamatan pasang-
surut. Pengamatan pasang surut juga dapat digunakan untuk keperluan praktis
serta keperluan ilmiah. Keperluan praktis pengamatan pasang surut adalah
digunakan untuk mengetahui penentuan muka surutan atau yang biasa dikenal
dengan chart datum. Penentuan chart datum sangat diperlukan untuk proyek
rekayasa dan juga untuk pemetaan alur navigasi pelayaran. Pemetaan pasang surut
dapat dipetakan melalui pencarian komponen pasut. Metode penentuan komponen
pasut yang paling sering digunakan adalah metode Admiralty. Metode Admiralty adalah metode dimana pada proses perhitungannya dengan memecah parameter
pasut dengan menggunakan tabel-tabel dan skema-skema. Metode admiralty
umumnya digunakan untuk pengamatan selama 15 hingga 29 piantan (Supriyono
et.al,2015)
Muara Pegah merupakan salah satu alur utama dari tiga alur utama di Delta
Mahakam. Delta Mahakam terletak di pantai timur Kalimantan antara 0o
21’ dan
1
o
10’ Lintang Selatan, dan 117o
15’ Bujur Timur. Delta Mahakam merupakan
delta yang terbentuk di mulut Sungai Mahakam yang mengalir sepanjang
cekungan Mahakam. Delta Mahakam membelah daratan Kalimantan Timur
bagian selatan menuju Selat Makassar. Kawasan Delta Mahakam sangat aktif
karena terbentuk dalam lingkungan tropis sehingga memilki kelembapan udara
yang tinggi. Lokasi penelitian terletak sejauh 4 nm atau 7,41 km dari delta daratan
terluar (tidal delta), sejauh 13 nm atau 24 km dari Desa Muara Jawa. Kawasan
penelitian terletak berbatasan dengan penggalian pasir pada sisi barat, untuk
sepanjang sisi utara merupakan wilayah pendangkalan sedangkan sisi selatan dan
timur merupakan sisi yang perbatasan dengan pemboran minyak (Pranowo et.al,
2012)
Daerah Delta Mahakam merupakan daerah operasi perusahaan minyak dan
gas selain itu juga merupakan daerah jalur navigasi banyak kapal sehingga
informasi pasut banyak dibutuhkan. Pasang surut yang terjadi pada daerah muara
dan lepas pantai juga memiliki perbedaan, sehingga perlu dikaji perbedaannya.
Pasang surut pada daerah muara juga berpengaruh terhadap ketersediaan zat hara.
Zat hara di muara dapat dipengaruhi oleh fluktuasi pasang surut. Zat hara pada
daerah muara terjadi karena adanya pembilasan air surut pada saat pasang surut
dan di bagian hulu sungai. Penelitian dilakukan untuk mendapatkan informasi tipe
dari pasang surut pada daerah Muara Pegah di Delta Mahakam sehingga
memudahkan berbagai penelitian mengenai pengaruh pasang surut untuk sebaran
zat hara, jalur navigasi kapal dan pengaruh dari operasi perusahaan minyak dan
gas (Hadikusumah dan Marojahan,2011)
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM TRI MEI WULANDARI |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | PASANG SURUT;PERAIRAN |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 22:09 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:11 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/23263 |
