TRUNOJOYO-KP-19139-170341100046-PKL_Bayu Mada Listyawan_170341100046_2020.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Indonesia merupakan negara maritim sehingga memiliki banyak wilayah pesisir. Aktivitas manusia dapat mempengaruhi sistem wilayah pesisir. Aktivitas manusia yang tinggi meningkatkan masukan bahan pencemar ke wilayah laut. Limbah yang disebabkan oleh aktivitas manusia mencapai sekitar 50%-70% yang berupa limbah cair total. Indikator pencemaran laut yang dapat dianalisa salah satunya adalah kadar klorofil-a. Nilai klorofil-a yang semakin tinggi menunjukkan bahwa perairan tersebut berkualitas baik (Maslukah et al 2017)
Fitoplankton memiliki beberapa kandungan klorofil salah satunya adalah klorofil-a yang paling dominan keberadaannya. Ekosistem akuatik terdapat kesuburan, kestabilan, dan kualitas perairan yang dapat mempengaruhi rantai makanan, sehingga menggunakan fitoplankton sebagai indikator pencemaran. Faktor oseanografi fisika dan kimia sangat berpengaruh terhadap konsentrasi tinggi dan rendahnya klorofil-a di suatu perairan (Bungin,2005).
Klorofil-a adalah sebuah parameter biologi yang digunakan untuk menentukan tingkat dari sebuah produktivitas primer di perairan.Produksi primer merupakan nilai dari laju produksi bahan organik. Produktivitas primer berasal dari reaksi fotosintesis persatuan volume dalam satuan luas perairan.Tinggi dan rendahnya kandungan klorofil-a dipengaruhi oleh beberapa faktor hidrologi perairan yaitu suhu, salinitas, pH, DO, arus, nitrat, dan fosfat (Sihombing et al 2012)
Proses fotosintesis bergantung terhadap korofil-a fitoplankton. Menurut Nontji (2006) Proses fotosintesis merupakan proses yang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu air, karbondioksida, sinar mataharidanunsurhara. Proses fotosintesis dapat menghasilkan senyawa organik.Senyawa organik ini sangat diperlukan untuk menunjang kehidupan biota-biota perairan lainnya.
Faktor oseanografi merupakan salah satu faktor yang menyebabkan perbedaan konsentrasi dari klorofil-a. Klorofil-a di perairan dapat menyebar dengan cara bervariasi yaitu secara horizontal dan juga vertikal. Klorofil-a yang menyebar secara horizontal dengan karakteristik semakin dekat dengan daratan utama maka semakin tinggi nilai konsentrasi klorofil-a (Rasyid, 2013).
Nilai kelimpahan dari klorofil-a selain dipengaruhi oleh faktor dari kedalaman juga dipengaruhi oleh adanya arus. Arus mengakibatkan unsur hara yang telah mengalami pengendapan kembali terangkat ke kolom perairan akibat dari proses turbulensi. Menurut Hutabarat dan Evans (1985) pengertian dari arus merupakan massa air yang bergerak dan terjadi di seluruh wilayah perairan dunia. Arus memiliki peran penting dalam penyebaran klorofil-a.Klorofil-a yang disebarkan oleh berbagai macam faktor tersebut berperan penting terhadap produktivitas primer di laut.
Perairan selat Madura pada umumnya memilki kedalaman yang relatif dangkal. Perairan Selat Madura dipengaruhi oleh siklus muson. Siklus muson barat mempengaruhi gerakan angin dan arus dari arah timur sedangkan siklus muson timur mempengaruhi gerakan angin dan arus dari arah barat. Perairan Selat Madura merupakan wilayah lintasan poros utama Angin Muson sehingga kondisi hidrooseanografi saling terikat. Perairan Selat Madura merupakan jalur lintas aktif kapal-kapal dan juga aktivitas nelayan sehingga terjadi banyak perubahan seperti adanya pencemaran. Pencemaran tersebut dapat berpengaruh terhadap rata-rata konsentrasi klorofil di perairan Selat Madura selain karena faktor hidrooseanografinya, sehingga perlu diadakan analisa perubahan rata-rata klorofil-a di Selat Madura untuk mengindentifikasi pencemaran yang terjadi melalui parameter klorofil-a (Najid et al 2012).
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM BAYU MADA LISTYAWAN |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | CITRA MODIS;KLOROFIL |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 22:09 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:11 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/23261 |
